1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Amerika: Cina dan Rusia Curi Data lewat Cyber Spionase

4 November 2011

Dinas intelijen Amerika menuding Cina sebagai negara paling aktif melakukan spionase ekonomi. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Dinas Intelijen Rusia telah memata-matai data milik perusahaan swasta Amerika.

https://p.dw.com/p/1358H
Intelijen Amerika menyebut ancaman spionase terbesar kini lewat internetFoto: picture alliance/dpa

Pemerintah Cina, hari Jumat (4/11/2011) bereaksi dan mengecam tudingan dinas intelijen Amerika. Beijing mengatakan, tanpa penyelidikan, prasangka mengenai pelaku penyerangan cyber sebagaimana tudingan dinas intelijen Amerika, adalah sesuatu yang tidak profesional dan bertanggungjawab.

Sehari sebelumnya, pada hari Kamis (3/11/2011), dinas intelijen Amerika mengeluarkan laporan berjudul “Mata-mata Asing Mencuri Rahasia Ekonomi Amerika di dunia Cyber“. Laporan itu dikeluarkan oleh kantor Kontra Intelijen Nasional, yang merupakan bagian dari kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika. Data intelijen ini dikumpulkan dari lembaga seperti CIA, NSA, dan FBI, serta laporan pihak swasta Amerika.

Kantor Kontra Intelijen Amerika menyimpulkan bahwa ancaman spionase yang terkait dengan pencurian hak cipta dan rahasia-rahasia di bidang perdagangan makin meningkat. Mata-mata cyber kini menjadi ancaman yang lebih besar ketimbang spionase dengan metode yang lebih tradisional. Internet memungkinan pencurian data dengan cara cepat dan dalam jumlah besar, secara anonim dan sulit dideteksi. Spionase cyber tertarik dengan informasi dan teknologi di bidang komunikasi, informasi bisnis, teknologi militer khususnya sistem angkatan laut dan udara, serta rahasia di bidang kesehatan dan obat-obatan, demikian kesimpulan dinas intelijen Amerika.

Meski menekankan bahwa sulit untuk membuktikan bahwa spionase itu didalangi oleh Negara, namun laporan itu menuding Cina sebagai Negara yang paling aktif dan gigih melakukan spionase dalam bidang ekonomi.

Perusahaan-perusahaan swasta Amerika dan para ahli keamanan cyber telah melaporkan adanya serangan dan gangguan jaringan komputer yang berasal dari Cina. Namun, komunitas intelijen Amerika tidak bisa memastikan siapa yang bertanggung jawab.

Antara tahun 2009 hingga 2011, jaringan komputer milik badan pemerintah Amerika, perusahaan swasta, universitas serta lembaga-lembaga lainnnya yang memiliki informasi sensitif di bidang ekonomi dalam jumlah besar, telah menjadi target spionase. Sebagian besar kegiatan mata-mata ini dilakukan di Cina.

Kantor Kontra Intelijen Nasional Amerika juga menuding Dinas Rahasia Rusia berada dibalik kegiatan mata-mata atas informasi ekonomi dan teknologi milik perusahaan-perusahaan swasta Paman Sam. Mereka menuding Moskow menggunakan intelijen manusia serta cyber dan sejumlah operasi lainnya untuk mengumpulkan informasi dan teknologi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan keamanan Rusia.

Andy Budiman Editor: Hendra Pasuhuk