Analisis Pemilu Jerman: Frustasi Walaupun Merkel Menang

CDU/CSU kehilangan suara secara dramatis, Partai Liberal FDP kembali jadi anggota parlemen Bundestag dan partai ultra kanan AfD jadi kekuatan ketiga terbesar. Hasil pemilu 2017 mengobrak-abrik peta kekuasaan di Berlin.

Walaupun menang, jumlah pemilih Partai Kristen Demokrat (CDU) dalam pemilu kali ini adalah yang paling sedikit sejak 1949. Sehingga kata-kata Kanselir Angela Merkel (CDU) terdengar seperti menantang dan tidak menerima kenyataan, ketika ia mengatakan, "tidak ada pemerintahan yang bisa dibentuk untuk melawan kita."
Baca juga: Hasil Mengejutkan Pemilu Jerman 2017

SPD jadi oposisi

Partai Kristen Demokrat (CDU) dan rekan afiliasi Kristen Sosialis (CSU) kehilangan banyak pemilih, dan sebagian besar dari mereka beralih ke FDP. Banyak pemilih CDU/CSU sekarang juga beralih ke partai ultra kanan AfD. Pada saat bersamaan CDU/CSU tidak bisa memobilisasi kaum muda.

Kehilangan yang diderita kedua partai itu terutama diakibatkan kegagalan CSU di Bayern. Ketua partai CSU Horst Seehofer sudah menyatakan malam kemarin, partainya semakin bergerak ke kanan. Tahun depan, di negara bagian Bayern akan ada pemilu tingkat negara bagian.

Tonton video 01:28
Live
01:28 menit
Dunia | 16.08.2017

Beginilah Cara Rakyat Jerman Pilih Wakilnya di Parlemen

Kehilangan besar yang diderita SPD menyebabkan Angela Merkel kehilangan partai yang jadi koalisinya selama ini. Segera setelah diumumkannya hasil penghitungan cepat, pimpinan SPD menyatakan berakhirnya koalisi dengan CDU.Baca juga: Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Partai di Jerman

Koalisi "Jamaika" jadi salah satu kemungkinan

Kalau dihitung secara matematis, yang mungkin hanya koalisi yang disebut Jamaika, karena seperti warna bendera negara itu, yaitu koalisi yang terdiri dari CDU, Partai Liberal FDP dan Partai Hijau. Di tingkat pemerintah federal, koalisi ini belum pernah terwujud. Dan sekarang sudah jelas, perundingan akan sulit dan perlu waktu lama. FDP dan Partai Hijau sudah sejak lama tidak saling menyukai. Tapi koalisi Jamaika di negara bagian Schleswig-Holstein bisa jadi panutan.

Untuk pertama kalinya sejak enam dasa warsa lalu parlemen baru nantinya akan terdiri dari enam fraksi. Ketika kedua partai besar, CDU dan SPD, kehilangan banyak suara, empat partai kecil dapat tambahan suara. Yang bertambah paling banyak adalah AfD, partai ultra kanan yang mendapat lebih dari 13%. Di Bundestag, mereka akan jadi kekuatan ketiga terbesar. Walaupun partai kecil lainnya, yaitu FDP, Partai Kiri dan Partai Hijau dapat suara lebih banyak dibanding pemilu lalu, mereka jelas tidak sekuat AfD.

Baca juga: Parpol Kecil di Jerman Berebut Posisi Ke-3

Frustasi dengan Koalisi Besar

Kehilangan pemilih yang diderita CDU dan SPD ibaratnya pukulan telak terhadap koalisi dua partai besar yang dinilai tidak berfungsi. Masa di mana kedua partai itu berada di pusat dunia politik dan mengarahkan langkah politik Jerman rupanya sudah berakhir. Sebagai perbandingan, tahun 1987 koalisi besar mendapat 81% suara pemilih. Tahun 2017 hanya 54 persen.

SPD dituduh ibaratnya macan ompong jika menghadapi Merkel. Selain itu mereka katanya tidak punya profil. Koalisi besar, di mana SPD jadi mitra junior tidak pernah jadi pilihan ideal SPD. Oleh karena itu partai segera menarik diri ke bangku oposisi.

"Vonis" atas koalisi CDU dan SPD, yang dijatuhkan walaupun ekonomi Jerman terus berkembang dan angka pengangguran rendah menunjukkan ketidakpuasan di sektor-sektor lain. Misalnya haluan dalam masalah pengungsi, juga politik dana pensiun dan tak jelas bagi banyak orang.

Politik

Didirikan Kaum Elite Jerman

Partai Alternatif untuk Jerman-AfD didirikan oleh kelompok elite, antara lain Bernd Lucke profesor ekonomi makro, Alexander Gauland, mantan sekretaris negara partai Kristen CDU, Konrad Adam, penerbit dan mantan wartawan koran kenamaan FAZ serta politisi dan Doktor ilmu kimia Frauke Petry (foto). Mula-mula program AfD memprotes secara terbuka politik pemerintah Jerman terkait krisis mata uang Euro

Politik

Pendukung Partai AfD

AfD resmi didirikan Mei 2013. Siapa pendukung AfD? Lembaga Riset FORSA menunjukkan, dari pemilu di negara-negara bagian Jerman, 70% pemilih AfD adalah lelaki dari kisaran umur rata-rata dia atas 50 tahun dan tidak terikat salah satu agama. Juga banyak pendukung partai liberal FDP yang menyebrang mendukung AfD. Jumlah anggota partai AfD kini mencapai lebih 17.000 orang.

Politik

Partai Populis Kanan Anti Islam

Partai Alternatif untuk Jerman semula menuntut dibubarkannya zona mata uang Euro. Untuk menarik simpati banyak pemilih, AfD memilih retorika sebagai partai populis kanan dan memberi tekanan khusus pada program anti Islam. AfD juga gelar kampanye anti Yahudi dan sentimen rasisme. Inilah resep yang membuat AfD sukses meraih kursi di parlemen Jerman dan parlemen Eropa.

Politik

Sukses di Negara Bagian Jerman

AfD raup sukses dalam pemilu regional di sedikitnya 10 negara bagian Jerman. Bahkan di dua negara bagian di kawasan timur Jerman, AfD raih lebih 20 persen suara. Juga di tiga negara bagian di barat, partai anti Islam dan anti Yahudi Jerman ini meraih perolehan suara lebih 12% . Keterangan partai menyebutkan AfD meraih seluruhnya 485 mandat di berbagai parlemen regional dan lokal.

Politik

Terwakili di Parlemen Eropa

Setahun setelah didirikan, dalam pemilu Parlemen Eropa 2014, ironisnya partai anti Uni Eropa ini meraih 7,1 persen suara. Terwakili dengan 7 mandat di Parlemen Eropa dan diterima bergabung dalam fraksi Konservatif dan Reformis Eropa-EKD. Tahun 2016 AfD diusir dari fraksi EKD setelah anggotanya Beatrix von Stoch dukung usulan penggunaan kekerasan senjata terhadap pengungsi.

Politik

Dimusuhi Partai Mainstream Jerman

Partai AfD dimusuhi partai mainstream, Kristen Demkrat-CDU maupun Sosial Demokrat-SPD. Yang terutama beradu keras lawan keras adalah pengikut partai kiri otonom. Dalam kongres partai di kota Köln baru-baru ini, lebih 50.000 demonstran gelar aksi menentang AfD. Juga partai-partai besar menolak koalisi dengan partai populis kanan ini.

Politik

Dipuji di Luar Negeri

Ironisnya, di saat partai dimusuhi banyak kalangan di Jerman, pujian mengalir dari luar negeri, khususnya dari Inggris. Kelompok pendukung Brexit dan yang skeptis terhadap Uni Europa memuji haluan partai AfD. Bahkan seorang tokoh partai anti Eropa di Inggris-UKIP, Douglas Carswell memuji partai populis kanan ini, dengan menyebut, jika ia warga Jerman, pasti memilih AfD dalam pemilu.

Partai ultra kanan AfD jadi tantangan

Setelah partai itu berhasil jadi anggota di hampir semua parlemen negara bagian, kini mereka juga berhasil terwakili di parlemen Jerman, Bundestag. Di wilayah yang dulu termasuk Jerman Timur, AfD bahkan jadi kekuatan kedua terbesar. Bagi kaum pria di sana, AfD adalah pilihan pertama.

Walaupun baru kali ini ikut dalam pemilu, partai itu kini jadi kekuatan ketiga terbesar di parlemen Jerman. Menurut hasil jajak pendapat, sekitar 60% pemilih AfD menyatakan memilih partai ultra kanan itu sebagai protes terhadap partai-partai lainnya. Orang-orang yang memilih AfD karena keyakinan sebenarnya hanya sedikit. Tapi segera setelah hasil penghitungan cepat diumumkan, calon utamanya, Alexander Gauland menyatakan ia dan pendukungnya akan "memburu" Ibu Merkel.

Tema

Penulis: Volker Wagener (ml/vlz)

Politik

Partai Perlindungan Hewan (Tierschutzpartei)

Di Jerman, aktivis hak-hak binatang memblokir seluruh jalan raya untuk memastikan kodok bisa menyeberang dengan aman. Jadi tidak mengherankan jika ada partai perlindungan hewan. Pada pemilu tahun 2013, partai ini hanya bisa meraup sekitar 140.000 suara dari hampir 62 juta warga yang punya hak pilih di Jerman.

Politik

Partai Republik (Die Republikaner, REP)

Yang satu ini sedikit membingungkan. Jerman punya partai Republik sendiri - REP, yang tidak ada hubungannya dengan partai-nya Presiden AS Donald Trump. Partai Republik Jerman adalah wadah kaum nasionalis sayap kanan yang menyebut diri mereka sebagai "patriot konservatif" dan mengklaim mereka berjuang "melestarikan budaya dan identitas kita."

Politik

Partai (Die Partei)

Ya….partai ini hanya disebut “Partai”. Didirikan pada tahun 2004 oleh editor majalah satire Jerman "Titanic" yang jadi ketua partai, Martin Sonneborn (foto). Ia menangi satu kursi di Parlemen Eropa pada tahun 2014. Die Partei menarget perbaiki hasil pengumpulan suara dalam pemilu parlemen-Bundestag mendatang. Di pemilu sebelumnya, partai ini hanya memperoleh kurang dari 79.000 suara.

Politik

Partai Referendum

Motto partai : "Mulai sekarang ..Demokrasi melalui referendum - politik untuk rakyat," Swiss adalah panutannya. Politisi di Partai Referendum Jerman menginginkan semua keputusan politik dibuat oleh rakyat. Mereka mengatakan inilah yang akan mendemokratisasikan "aturan partai" dan akan mengarah pada kebijakan yang berfokus pada pemilih, bukan ke kaum pelobi di sektor farmasi atau perbankan.

Politik

Partai Marxis-Leninis Jerman

MLPD adalah sebuah partai kecil, walaupun separuh dari negara Jerman dulunya pernah berhaluan komunis: saat negara ini terbagi dari tahun 1949 sampai 1989 dan Jerman Timur diperintah oleh Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED). Saat ini, MLPD jauh tertinggal dan tidak berperan dalam politik Jerman. Dalam pemilihan Bundestag terakhir mereka hanya mendapat 24.000 suara.

Politik

Partai Kristen untuk Jerman

"Aliansi C - Kristen untuk Jerman" adalah sebuah partai Kristen yang didirikan pada tahun 2015 ketika Partai Kristen Loyalis Alkitab (PBC) dan Partai untuk Perburuhan, Lingkungan dan Keluarga bergabung. Partai tersebut menganjurkan hal-hal yang mereka pandang sebagai nilai-nilai alkitabiah: kebebasan beragama, aturan hukum, pernikahan, keluarga dan pelestarian ciptaan Tuhan.

Politik

Partai Pensiunan

Anda tidak akan melihat lagi partai ini dalam pemungutan suara pada pemilu parlemen-Bundestag 2017. Partai Pensiunan Jerman telah pensiun. Pada pemilu 2013, partai ini hanya mendapat 25.000 suara dan pada 2016, pejabat partai membubarkan partai selamanya. Ed: Carla Bleiker/ap/as)