1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Apple-Samsung Jumpa Lagi di Meja Hijau

cp/vlz (ap, afp)31 Maret 2014

Persaingan tersengit di dunia smartphone kembali ke meja hijau pekan ini di jantung Silicon Valley. Apple dan Samsung lagi-lagi saling menuding pencurian desain dan fitur.

https://p.dw.com/p/1BYoY
Foto: picture-alliance/dpa

Sidang menandai ronde terbaru dari rangkaian tuntutan antara dua raksasa teknologi yang turut menggarisbawahi kekhawatiran terkait apa saja yang bisa dipatenkan. "Paten yang terlalu meluas memungkinkan perusahaan untuk menghalangi kompetisi," ujar Mark McKenna, seorang profesor di sekolah hukum Notre Dame.

Kurang dari dua tahun lalu, Samsung diperintahkan pengadilan untuk membayar sekitar 900 juta Dolar atas tuduhan melanggar paten Apple. Namun perusahaan Korea Selatan itu naik banding dan telah diizinkan untuk terus menjual produk yang menggunakan teknologi yang dipersengketakan.

Ronde baru

Hari Senin (31/03/14) juri dihadapkan dengan ronde baru litigasi, seraya Apple Inc. menuding Samsung melanggar lima paten yang dipakai smartphone dan tablet Galaxy. Dalam klaim balasan, Samsung menuduh Apple mencuri dua ide yang digunakan pada iPhone dan iPad.

"Apple merevolusi pasar komputer pribadi," tim pengacara Apple berdalih dalam berkas pengadilan. "Sebaliknya Samsung secara sistematis mengopi teknologi dan produk Apple yang inovatif, serta fitur dan desain, dan membanjiri pasar dengan perangkat 'terlarang.'"

Samsung sudah melampaui Apple dan kini memimpin pasar
Samsung sudah melampaui Apple dan kini memimpin pasarFoto: Reuters

Di sisi lain Samsung mengaku telah meruntuhkan batasan teknologi dengan ponsel buatannya yang ringan dan sangat ramping. "Samsung telah menjadi pionir sektor bisnis ponsel sejak awal industri ponsel," tulis pengacara Samsung. "Apple telah mengopi banyak inovasi Samsung melalui produk iPhone, iPod dan iPad."

Pada kasus kali ini, Apple mengklaim Samsung mencuri teknologi 'tap-from-search' yang memungkinkan pengguna yang mencari nomor telepon atau alamat di internet untuk menekan hasil pencarian dan langsung menelepon nomor atau menaruh alamat ke dalam peta. Apple juga menuduh Samsung menyalin 'Slide to Unlock,' yang memungkinkan pengguna menggeser permukaan smartphone untuk mulai menggunakannya.

Samsung membalas dengan menyatakan Apple mencuri sebuah sistem teknologi nirkabel yang mempercepat pengiriman dan penerimaan data.

Bayar royalti

Klaim yang paling bombastis dalam kasus terbaru ini adalah tuntutan Apple terhadap Samsung untuk membayar royalti sebesar 40 Dolar untuk setiap perangkat Samsung yang memiliki perangkat lunak yang diklaim milik Apple, atau lima kali lebih besar dari jumlah yang dituntut dalam persidangan sebelumnya dan jauh di atas preseden lainnya antar perusahaan smartphone.

Apabila Apple berhasil, biaya yang harus dikeluarkan Samsung bisa mencapai 2 miliar Dolar. Kerugian Apple, apabila kalah di pengadilan, diperkirakan mencapai 6 juta Dolar.

"Jarang sekali juri memberi sesuai tuntutan, oleh karena itu kedua perusahaan menarget tinggi," ujar analis paten Jerman, Florian Müller. "Namun menurut saya ini jauh di atas tingkat kewajaran. Hakim seharusnya melarang."

Masalahnya, lanjut Müller, setiap smartphone memuat ribuan ide yang telah dipatenkan. Apple hanya mempermasalahkan lima diantaranya.

Sepanjang tiga tahun litigasi, pangsa pasar Samsung telah tumbuh. Satu dari tiga smartphone yang terjual tahun 2013 adalah produk Samsung, yang kini juga menjadi pemimpin pasar. Apple, yang biasanya menawarkan produk dengan harga lebih tinggi, kini di posisi dua dengan sekitar 15 persen porsi dari pasar global.

cp/vlz (ap, afp)