1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

AS Perketat Sanksi atas Iran

7 Februari 2012

Amerika Serikat tingkatkan sanksi terhadap Iran, karena Teheran dianggap merahasiakan transaksi finansial. Demikian tercantum dalam surat Presiden Obama kepada Kongres AS.

https://p.dw.com/p/13yJ3
President Barack Obama speaks at the James Lee Community Center in Falls Church, Va., Wednesday, Feb. 1, 2012. Obama outlined a proposal he proposed in his State of the Union address to allow homeowners with privately held mortgages to take advantage of record low rates, for an annual savings of about $3,000 for the average borrower. (Foto:Susan Walsh/AP/dapd)
Barack ObamaFoto: dapd

Hari Senin (6/2) Amerika Serikat memperketat sanksinya terhadap Iran. Menurut Kementerian Keuangan Amerika Serikat, dengan sanksi baru itu, aset semua kementerian dan lembaga pemerintahan Iran di AS dapat dibekukan. Sanksi ini juga berlaku bagi Bank Sentral Iran yang bertanggung jawab atas perdagangan minyak Iran.

Dalam suratnya kepada Kongres, Presiden AS Barack Obama menerangkan bahwa pengetatan sanksi itu diambil karena sikap Iran menimbulkan risiko berlanjut dan tidak dapat diterima bagi sistem finansial internasional. Sebelumnya bank-bank Amerika hanya menerapkan kebijakan penolakan perdagangan dengan Iran, namun tidak memblokir atau membekukan asetnya.

Iranische Atomanlage in Bushehr *** undatiert Quelle: Fars Lizenz: Frei
Instalasi Atom Iran di BushehrFoto: Fars

Masyarakat internasional tetap curiga

Dengan sanksi itu AS ingin memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan dan mencari penyelesaian diplomatik dalam pertikaian mengenai program nuklir negara itu. Iran menyangkal dugaan masyarakat internasional, mengembangkan senjata nuklir. Namun Iran bersikeras menolak untuk membeberkan program nuklirnya. Akhir tahun lalu lembaga atom internasional IAEA, dalam laporannya menyebut ada kecenderungan Iran kini sedang mengembangkan senjata nuklir.

Masyarakat internasional juga khawatir karena Iran melanjutkan pengayaan uranium di bunker-bunker bawah tanah. Uni Eropa baru-baru ini juga memutuskan untuk memperketat sanksinya terhadap Teheran.

FILE - This undated frame from the Fox series "The Simpsons," shows the popular cartoon family posing in front of their home, from left, Lisa , Marge , Maggie, Homer and Bart Simpson. The Vatican newspaper has declared that Homer Simpson is part of the pope's flock."Few people know it and he does everything to hide it but it is true: Homer J. Simpson is Catholic," L'Osservatore Romano wrote in its weekend edition of Oct. 16-17 2010 under the headline: "Homer and Bart are Catholic." (AP Photo/Fox Broacasting Co.) NO SALES AP PROVIDES ACCESS TO THIS PUBLICLY DISTRIBUTED HANDOUT PHOTO TO BE USED ONLY TO ILLUSTRATE NEWS REPORTING OR COMMENTARY ON THE FACTS OR EVENTS DEPICTED IN THIS IMAGE.
The SimpsonsFoto: AP

Mainan "The Simpsons" dilarang

Menurut Obama, AS punya cukup informasi mengenai kegiatan pengayaan uranium di Iran. Tetapi cukup sulit untuk mengikuti dinamika politik di negeri itu. Dalam situasi tertentu pemimpin tertinggi Iran menentang keputusan-keputusan presiden Iran, ujar Obama dalam wawancaranya dengan stasiun televisi AS NBC yang ditayangkan hari Senin (6/2). Adalah sulit untuk mengerti siapa yang menjatuhkan keputusan dalam situasi tertentu di Iran, tambah Obama.  Belakangan ini memang terlihat bahwa perbedaan pendapat antara Presiden Mahmud Ahmadinejad dan pemimpin religius tertinggi Ayatolah Ali Khamenei semakin jelas.

Sementara di negara-negara barat sanksi terhadap Iran diperketat, di negeri itu sendiri dilancarkan kebijakan perlindungan kaum muda dari apa yang dituding sebagai pengaruh buruk Amerika. Setelah boneka Barbie, kini giliran figur mainan The Simpsons yang dilarang dengan alasan figur keluarga The Simpsons mengkampanyekan sikap egoisme dan tidak bertuhan. Lembaga Fardshus yang bertugas melindungi perkembangan anak dan remaja Iran menentukan mainan apa yang diijinkan dan tidak diijinkan bagi mereka.

Christa Saloh-Foerster/rtrrd/afpd/dpa

Editor: Andy Budiman