1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Bantuan Untuk Korban Gempa Aceh Mulai Berdatangan

8 Desember 2016

Korban meninggal pada gempa di Aceh hingga kini tercatat lebih 100 orang. Aceh masih perlu obat-obatan dan tenaga medis untuk mengobati ratusan korban luka-luka. Tim evakuasi mulai berdatangan.

https://p.dw.com/p/2TwKQ
Indonesien Erdbeben in Aceh
Foto: Reuters/Antara Foto/I. Putra

Aksi pencarian dan penyelamatan dilanjutkan dengan menggunakan alat-alat berat dan teknologi pendeteksi kehidupan. Tim bantuan menyisir puing-puing dengan harapan masih bisa menemukan korban yang selamat.

Korban tewas samoai berita ini diturunkan telah mencapai 102 orang dan diperkirakan masih akan terus meningkat, kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Bantuan logistik dan peralatan bantuan yang sudah diberikan bantuan untuk perkuatan kapasitas BPBD saat digunakan. Bantuan berupa tenda, permakanan, peralatan SAR, kendaraan dan lainnya," kata Sutopo dalam pesan tertulisnya.

Ribuan aparat keamanan dan relawan mulai dikerahkan membersihkan puing-puing di daerah terparah. Banyak relawan hanya dilengkapi dengan cangkul atau bekerja dengan tangan telanjang.

Indonesien Erdbeben in Aceh
Sebuah masjid yang roboh di Pidie JayaFoto: Reuters/Antara Foto/I. Putra

Presiden Joko Widodo meminta seluruh rakyat Indonesia mendoakan warga yang terkena bencana.

"Aceh tidak sendiri. Mari berdoa bersama untuk gempa di Serambi Mekkah. Semoga tetap tabah, tawakal untuk bangkit kembali", tulis Jokowi dalan pesan yang diposting di akun resmi Twitter-nya.

Pangdam Iskandar Muda Aceh Tatang Sulaiman mengatakan kepada kantor berita AFP.

tentara telah membuat dapur umum, tempat penampungan pengungsi dan rumah sakit lapangan di kota Meureudu, yang paling parah dihantam gempa.

"Prioritas kami saat ini adalah memeriksa ulang semua bangunan, untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terperangkap, dan untuk membantu para pengungsi," kata Tatang Sulaiman.

Indonesien Erdbeben in Aceh
Banyak jalan rusak menyulitkan proses pengiriman bantuanFoto: Reuters/Antara Foto/I. Putra

Lebih dari 700 orang luka-luka karena gempa, banyak yang luka berat. Rumah sakit di kawasan gempa kewalahan menerima pasien.

Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulayadi mengatakan, mereka sangat membutuhkan bantuan medis.

"Kita perlu ahli bedah dan ortopedi, karena banyak korban memiliki patah tulang," katanya kepada AFP.

Kebanyakan orang memilih tidur di luar gedung pada malam hari, karena khawatir gempa susulan, tambahnya.

Puteh Manaf, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya mengatakan, ada 4.000 orang yang harus dievakuasi ke tempat penampungan.

"Mereka benar-benar membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan dan selimut," katanya kepada AFP.

Banyak orang yang melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi ketika gempa terjadi, karena takut ada tsunami, mekipun peringatan bahaya tsunami tidak dikeluarkan.

hp/rn (afp, rtr, dpa)