1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Dari Hitler ke Diana - Kiprah Sutradara Oliver Hirschbiegel

Jochen Kürten11 Januari 2014

Sepuluh tahun lalu nama Oliver Hirschbiegel mencuat berkat filmnya 'Downfall,' yang mengikuti hari-hari terakhir Adolf Hitler. Kini biopik kontroversialnya tentang Putri Diana diluncurkan ke bioskop-bioskop Jerman.

https://p.dw.com/p/1AoWU
Foto: Reuters

Adolf Hitler dan Putri Diana, alien dari luar angkasa, dan organisasi paramiliter Irlandia Utara UVF. Tema film-film Oliver Hirschbiegel sangat beragam. Siapakah sutradara Jerman ini, yang berhasil menembus dunia film internasional?

Lahir tahun 1957 di Hamburg, karier Hirschbiegel berawal dari film televisi dan seri televisi Jerman. Hirschbiegel seorang lulusan studi film di jurusan Seni Rupa Universitas Hamburg, namun awalnya ia mengambil studi lukisan dan grafis. Ia sempat sukses sebagai seniman penampil dan mengembangkan sebuah majalah video, namun ia akhirnya mendarat di film melalui televisi.

Naomi Watts pada karpet merah peluncuran perdana 'Diana' di London
Naomi Watts pada karpet merah peluncuran perdana 'Diana' di LondonFoto: picture alliance/AP Photo

Terobosan melalui eksperimen

Bertahun-tahun Hirschbiegel sukses menyutradarai acara kriminal di televisi, termasuk seri populer Jerman 'Tatort.' Namun tahun 2001 ia mendapat peluang baru, dan bersama debutnya di layar lebar, 'Das Experiment,' namanya dikenal audiens yang lebih luas.

Setelah sebuah proyek sederhana, 'My Last Film' bersama aktris Jerman Hannelore Elsner sebagai pemeran utama, sang sutradara mendapat jackpot saat Bernd Eichinger, produser film Jerman tersukses di luar negeri, memilih Hirschbiegel untuk menyutradarai drama sejarah 'Downfall' tahun 2004. Opus mengenai hari-hari terakhir Hitler dan kamerad terdekatnya sebelum kejatuhan rezim Nazi merupakan sukses besar. Jutaan orang membanjiri bioskop untuk menonton film ini, dan di Hollywood, Hirschbiegel nyaris menggondol piala Oscar untuk film asing terbaik.

Kritik dan pujian

Hirschbiegel mendapat nominasi Oscar berkat film kontroversial 'Downfall'
Hirschbiegel mendapat nominasi Oscar berkat film kontroversial 'Downfall'Foto: picture-alliance/dpa

Walau banyak resensi negatif, dan banyak kritikus film menganggap 'Downfall' lebih merupakan film karya produser Bernd Eichinger dan bukan sutradaranya, Hirschbiegel tampak terbuka akan ide-ide baru. Ia tampaknya 'mengerti' Hollywood.

Usai film sejarah Nazi beranggaran jutaan Dolar, ia kembali membuat film dengan bujet minim. 'Just an Ordinary Jew,' menceritakan kisah seorang lelaki yang diundang untuk memberi kuliah mengenai perannya sebagai warga Yahudi di Jerman pasca perang.

Lalu Hollywood kembali mengetok pintu Hirschbiegel, dan hasilnya penuh bencana. Proyek berikutnya, film fiksi ilmiah 'Invasion' (2007), dibintangi Nicole Kidman dan Daniel Craig, tidak diterima dengan baik oleh penonton dan kritikus. Pada fase terakhir produksi, Hirschbiegel digantikan sutradara lain.

Dua tahun kemudian ia mendapat keberuntungan yang lebih baik melalui produksi Inggris-Irlandia, 'Five Minutes of Heaven.' Film yang mengeksplorasi sebuah babak dalam konflik Irlandia Utara tahun 1975 ini, bertempo cepat. Sinema politik yang tertutur dengan baik hingga mendapat dua penghargaan dari Festival Film Sundance.

Diana mengundang kritik pedas

'Diana,' produksi layar lebar keenam Hirschbiegel, dipersembahkan secara megah di London bulan September 2013. Film menyoroti kisah cinta Diana dengan dokter bedah jantung Pakistan, Hasnat Khan, tak lama sebelum meninggal akibat kecelakaan mobil bulan Agustus 1997. Reaksi media Inggris terhadap film ini tergolong brutal: "Memalukan, mengerikan, mengganggu," tulis 'The Times,' meratapi Lady Di yang dianggap meninggal untuk kedua kalinya bersama film ini.

Kritik film di Inggris tidak menyambut baik biopik 'Diana'
Kritik film di Inggris tidak menyambut baik biopik 'Diana'Foto: picture alliance/dpa/Concorde Filmverleih

Sebelum tayangan perdana, Hirschbiegel ditanya mengapa ia memilih turut campur dalam subyek yang begitu Inggris. "Sebagai orang Jerman, saya bukan bagian dari apapun yang terjadi di negara ini," jawab sang sutradara, yang sekarang punya sebuah apartemen di London. "Saya merasa dapat membuat film yang begitu otentik, jujur dan sebenar mungkin, tanpa perlu takut."

Di Inggris, film ini tidak diterima dengan baik oleh penonton dan kritikus. Antusiasme juga tidak membara di Amerika dan Kanada, yang mulai kebagian menonton bulan November lalu. Apakah penonton di belahan dunia lainnya bisa menerima dengan lebih baik representasi sang ikon Diana, masih harus dilihat. Namun satu hal yang pasti: perjalanan roller coaster - antara produksi beranggaran besar dan kecil, dari seri televisi ke sinema - yang merupakan karier Oliver Hirschbiegel akan terus berlanjut.