1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Demonstran Serang Kedubes Israel di Kairo

10 September 2011

Serangan ribuan warga Mesir terhadap kedutaan besar Israel di Kairo memperburuk hubungan kedua negara. Dubes dan pegawai kedubes dipulangkan dengan pesawat militer Israel. Presiden AS, Barack Obama upayakan mediasi.

https://p.dw.com/p/12WZD
A protester holds the Egyptian national flag as a fire rages outside the building housing the Israeli embassy in Cairo, Egypt, Friday, Sept. 9, 2011. Hundreds of Egyptian protesters, some swinging hammers and others using their bare hands, tore down parts of a graffiti-covered security wall outside the Israeli embassy in Cairo on Friday. Thousands elsewhere protested for the first time in a month against the country's military rulers. (Foto:AP/dapd)
Foto: dapd)

Serangan ribuan warga Mesir terhadap kedutaan besar Israel di Kairo Jumat malam (9/9) merupakan "pelanggaran berat" norma-norma diplomatik dan sebuah "pukulan bagi hubungan damai" antara kedua negara. Demikian dinyatakan seorang pejabat tinggi Israel.

Menlu Jerman, Guido Westerwelle mengecam serangan itu  dan mengatakan bahwa Mesir harus mengupayakan agar kedutaan dilindungi menurut kewajiban internasional.

Menurut kementrian kesehatan Mesir, tiga orang tewas dam 1049 terluka dalam serangan itu, di antaranya terdapat 46 polisi dan tentara. Demonstrasi dimulai di depan kedubes Israel untuk memprotes antara lain kesepakatan perdamaian Mesir-Israel yang ditandatangani tahun 1979. Kesepakatan itu selalu diperhatikan oleh mantan presiden Hosni Mubarak yang lengser Februari lalu. Sejak itu, tuntutan untuk membatalkan kesepakatan perdamaian itu semakin keras.

Egyptian activists celebrate as they demolish a concrete wall built around a building housing the Israeli embassy in Cairo, Egypt, to protect it against demonstrators Friday, Sept. 9, 2011. Hundreds of Egyptian protesters tore down parts of a graffiti-covered security wall that had recently been put up near the entrance of the Israeli Embassy in Cairo. Egyptian security forces did not intervene as crowds climbed the embassy security wall, pummeled it with hammers and tore away large sections of the barrier. (Foto:Khalil Hamra/AP/dapd)
Demonstran bobolkan tembok pelindung kedubes Israel di KairoFoto: dapd

Dubes Levanon tinggalkan Mesir

Dubes Jitzhak Levanon, keluarganya dan pegawai-pegawai kedubes lainnya telah dipulangkan dengan pesawat militer Israel, kecuali wakil dubes. Menyusul kerusuhan malam Sabtu itu, kepolisian Mesir berada dalam status siaga. Semua polisi harus siap dan tidak boleh cuti. Demikian dilaporkan stasiun televisi pemerintah Mesir.

Kegusaran terakhir terhadap tetangganya Israel terjadi bulan lalu akibat tewasnya lima polisi Mesir di wilayah perbatasan Mesir. Saat itu militer Israel sedang mengejar militan Islamis di wilayah tersebut dan tanpa sengaja membunuh kelima polisi.

Jumat malam (9/9) setelah aksi protes berjam-jam di depan kedubes Israel di Kairo, massa mendobrak tembok pelindung dan menyerang kedubes serta menurunkan bendera Israel dari atas atap bangunan. Seorang demonstran:"Saya melemparkannya ke bawah. Saya sebenarnya hendak mengibarkan bendera Mesir, tetapi saya tidak punya bendera Mesir."

Polisi Mesir evakuasi pegawai kedubes Israel

Sekitar 30 demonstran memasuki bangunan dan membuang dokumen-dokumen dari jendela. Selanjutnya seorang demonstran mengatakan bahwa kelompok tersebut bergerak ke lantai yang lebih atas dan sempat memukuli seorang Israel yang mereka temui. Akhirnya polisi militer Mesir mengawal pegawai kedubes untuk keluar dari bangunan dan membebaskan enam pegawai yang sempat ditahan demonstran. Menurut stasiun radio Israel, keenam pria itu dari aparat keamanan Israel.

Polisi Mesir dikritik karena baru bertindak beberapa jam setelah dimulainya demonstrasi. Polisi dan tentara menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Pengunjuk rasa melemparkan bom molotov kepada aparat keamanan  dan membakar sejumlah kendaraan polisi. Stasiun radio pemerintah melaporkan, seorang tewas akibat serangan jantung dalam kerusuhan itu.

President Barack Obama meets with Prime Minister Benjamin Netanyahu of Israel in the Oval Office at the White House in Washington, Friday, May 20, 2011. (Foto:Charles Dharapak/AP/dapd)
Obama dan Netanyahu (kiri)Foto: dapd

Obama upayakan agar konflik diselesaikan tanpa kekerasan

Di Kairo ramai dibicarakan kemungkinan pembubaran pemerintah di bawah PM Essam Sharaf karena dituding tidak mampu menangani situasi. Demikian dilaporkan harian Mesir, Al-Ahram.

Sementara itu Presiden AS Barack Obama melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri israel benjamin Netanyahu mengenai situasi di Kairo. Gedung Putih menyatakan, Obama mengungkapkan kekhawatirannya atas keamanan pegawai kedubes Israel. AS kini meminta semua pihak untuk mengatasi situasi tanpa menggunakan kekerasan.

Christa Saloh/dpa/afp/rtr

Editor: Andriani Nangoy