1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
PolitikAmerika Serikat

Donald Trump Didakwa Kasus Uang Tutup Mulut

31 Maret 2023

Donald Trump menjadi mantan presiden AS pertama yang terlibat pidana. Trump didakwa atas kasus uang tutup mulut yang dibayarkan kepada bintang film porno Stormy Daniels.

https://p.dw.com/p/4PWrT
USA | Ex-Präsident Donald Trump bei der NCAA Wrestling Championships
Foto: Sue Ogrock/AP/dpa/picture alliance

Dewan juri pengadilan di Manhattan, New York, memutuskan mendakwa mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, atas kasus uang tutup mulut yang dibayarkan kepada bintang film porno Stormy Daniels.

Dakwaan ini menjadikan pria berusia 76 tahun itu sebagai mantan presiden AS pertama yang didakwa melakukan kejahatan.

Jaksa Wilayah Manhattan, Alvin Bragg, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi pengacara Trump untuk mengkoordinasikan penyerahan dirinya.

"Panduan akan diberikan ketika tanggal dakwaan dipilih," kata Bragg lewat pernyataan tertulis.

Pada tanggal 18 Maret, Trump memposting di platform media sosial miliknya, yakni Truth Social, mengatakan bahwa dia akan ditangkap dalam beberapa hari. Oleh karena itu, New York bersiap menghadapi kemungkinan protes dari para pendukung Trump.

Apa yang DW ketahui tentang dakwaan tersebut?

Dakwaan yang tepat belum jelas. Namun, dikutip oleh kantor berita Associated Press (AP), Joe Tacopina, pengacara Trump, mengatakan bahwa dakwaan tersebut terkait dengan pembayaran yang dilakukan selama kampanye kepresidenan tahun 2016 untuk menghindari skandal.

Daniels diduga menerima $130.000 (Rp1,9 miliar) beberapa minggu sebelum pemilihan untuk tidak mempublikasikan hubungan seksual yang katanya dilakukan dengan Trump, satu dekade sebelumnya.

Michael Cohen, mantan pengacara Trump, sebelumnya mengatakan kepada Kongres bahwa ia melakukan pembayaran kepada Daniels atas nama Trump dan kemudian uangnya diganti. Cohen juga telah memberikan kesaksian di hadapan dewan juri New York.

Trump telah membantah tuduhan tersebut.

Surat dakwaan tersebut kemungkinan akan dibuka oleh hakim dalam beberapa hari mendatang. 

Trump sebut dakwaan tersebut sebagai 'campur tangan pemilu'

Trump mengutuk keras dakwaan tersebut sambil mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ini adalah "penganiayaan politik dan campur tangan pemilu pada tingkat tertinggi dalam sejarah."

Mantan presiden ini juga menyerang Jaksa Wilayah Manhattan, Bragg.

Trump mengatakan bahwa Bragg "melakukan pekerjaan kotor Joe Biden."

"Saya yakin tindakan ini akan menjadi bumerang bagi Joe Biden. Rakyat Amerika menyadari dengan pasti apa yang sedang dilakukan oleh kaum radikal kiri Demokrat di sini. Semua orang bisa melihatnya," kata Trump.

Tuduhan ini muncul ketika Trump berusaha mendapatkan nominasi dari Partai Republik untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2024. Pada Kamis (30/03), dia mengindikasikan bahwa dia berniat untuk tetap mengikuti pemilihan.

Partai Republik mengutuk, Partai Demokrat memuji

Dakwaan ini dikritik secara luas oleh Partai Republik. Mantan pengacara Trump, Rudy Giuliani, menggambarkan hari Kamis (30/03) sebagai "hari yang menyedihkan bagi Amerika" di Twitter.

Sementara itu, Senator AS dari Partai Republik, Ted Cruz, menggambarkan dakwaan tersebut sebagai "eskalasi bencana dalam mempersenjatai sistem peradilan."

Sementara itu, perwakilan Partai Demokrat Adam Schiff dari California mengatakan bahwa meskipun dakwaan terhadap seorang mantan presiden belum pernah terjadi sebelumnya, "begitu juga dengan tindakan melanggar hukum yang dilakukan Trump."

pkp/ha (Reuters, AFP)