1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Drama Adu Penalti & Kejutan Warnai Perempat Final Piala Dunia Perempuan

10 Juli 2011

Drama adu penalti dan tersingkirnya juara bertahan sekaligus favorit Jerman, mewarnai babak perempat final Piala Dunia Perempuan. Hasil ini sekaligus menggambarkan meratanya kekuatan tim yang berlaga di babak penyisihan.

https://p.dw.com/p/11shJ
Tim favorit Jerman tersingkirFoto: picture-alliance/De Fodi

Kekecewaan mewarnai Jerman. Para pendukung menyesal, karena malam itu Jerman sebenarnya punya banyak peluang untuk menang. Bertanding di stadion Wolfsburg, sejak menit awal kesebelasan Jerman lebih banyak menekan Jepang. Pada duapuluh menit awal, tuan rumah bermain taktis dan penuh kreatifitas. Tapi kiper Jepang Ayumi Kaihuri berhasil membendung tembakan demi tembakan yang mengarah ke gawangnya.

Tapi, meski menguasai pertandingan, tuan rumah gagal memanfaatkannya menjadi gol. Jepang bermain rapat di barisan pertahanan dan memainkan serangan balik yang cepat. Jepang memainkan sepakbola penuh disiplin, cepat sekaligus terorganisir. Akibatnya, sulit bagi Jerman menembus pertahanan Jepang. Pemain sayap Jerman, Kerstin Garefrekes dan Simone Laudehr sebenarnya bermain baik, tapi mereka tidak bisa mencetak gol.

Babak perpanjangan waktu kemudian digelar, karena kedua tim bermain imbang 0-0. Kesalahan di lini pertahanan, menjadi awal malapetaka bagi Jerman. Melalui sebuah serangan balik yang cepat pada menit 108, kapten Jepang Hamore Sawa mengirimkan umpan lambung kepada pemain pengganti Karina Maruyama, yang dengan tendangan tidak begitu keras memperdaya pemain belakang dan kiper Jerman. Dan itu, menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan, sekaligus memastikan kemenangan Jepang.

Akibatnya, tim tuan rumah tersingkir di babak perempat final Piala Dunia Sepakbola Perempuan. Juara dunia dua kali itu, tersungkur oleh Jepang. Pelatih Jerman Silvia Neid mengaku apa yang dia takutkan akhirnya benar-benar terjadi "Yang saya takutkan akhirnya terjadi. Kita peringkat dua dunia melawan peringkat nomor empat, tapi ini soal nuansa pertandingan…Ketika saya bicara tentang nuansa, juga penting diingat bahwa hari ini kami tidak bisa mencetak gol, meskipun kami punya banyak kualitas. Secara keseluruhan, hal ini tentu saja sangat, sangat menyedihkan, karena terjadi di sini di tempat Piala Dunia kami, di Jerman“

Bundestrainerin Silvia Neid zieht auf einer Pressekonferenz eine Bilanz ueber das Ausscheiden der deutschen Nationalmannschaft
Pelatih Jerman Silvia NeidFoto: dapd

Air mata kekecewaan mengalir di tim Jerman. Kapten tim Jerman, Kerstin mengaku timnya sudah berusaha maksimal "Itu adalah sebuah momen yang mengejutkan. Orang-orang di dalam stadion tiba-tiba diam. Saya pikir, anggota tim juga merasakan. Kami sudah mencoba segalanya…tapi bola tidak juga masuk ke gawang lawan“

Presiden Federasi Sepakbola Jerman, Theo Zwanziger, mencoba menghibur para pemain "Saya rasa, mereka tidak sendirian dalam kekalahan ini. Kita semua kehilangan, karena harapan kita tidak terpenuhi. Kita semua kecewa, tapi kita masih bangga dengan tim ini. Semuanya pantas mendapat pengakuan, karena bertahun-tahun mereka telah melakukan hal-hal besar.

Jerman adalah juara berturut-turut di piala dunia tahun 2003 dan 2007. Kekalahan atas Jepang ini adalah yang pertama kalinya dialami Jerman dalam turnamen FIFA, sejak mereka dibekuk tuan rumah Amerika Serikat di piala dunia tahun 1999.

Di semifinal, Jepang akan bertemu Swedia yang mengalahkan Asutralia 3-1. Swedia pantas menang karena menguasai penuh jalannya pertandingan. Bintang dalam pertandingan ini adalah Lotta Schelin, yang dalam pertandingan ini menjadi inspirator gol awal Swedia.

Frauen-Fußball-WM Viertelfinale 2011 Brasilien - USA
Tim Amerika merayakan kemenangan dramatis atas BrazilFoto: dapd

Pertandingan sengit terjadi di stadion Dresden, saat kesebelasan Brazil bertanding melawan Amerika Serikat. Keunggulan Amerika terjadi berkat gol bunuh diri pemain belakang Brazil Daiane.

Brazil bangkit dan menyamakan kedudukan setelah mendapat hadiah penalti. Pada babak perpanjangan waktu, Brazil bermain dominan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain karena Amerika harus kehilangan satu pemainnya akibat terkena kartu merah. Dan, pemain Brazil Martha akhirnya berhasil mencetak gol kedua, 2-1 untuk Brazil. Namun, saat pertandingan kelihatanna akan berakhir, Abby Wambach menjadi pahlawan bagi Amerika setelah menyamakan kedudukan di menit-menit menjelang berakhirnya babak perpanjangan waktu. Dalam adu penalti, Amerika menang dengan skor akhir 5-3.

Dalam pertandingan perempatfinal yang berlangsung di stadion Leverkusen, kesebelasan Prancis mengalahkan Inggris melalui drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam babak perpanjangan waktu. Tim Prancis memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor akhir 4:3. Dengan demikian, dalam babak semifinal, Prancis akan bertemu tim Amerika Serikat.

Penulis : Andy Budiman

Editor : Christa Saloh