1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

G8 Ingin Yunani Bertahan di Zona Euro

20 Mei 2012

Para pemimpin negara kelompok G8 berharap Yunani tetap menjadi bagian dari zona negara pengguna mata uang Euro. Krisis zona Euro masih jadi fokus.

https://p.dw.com/p/14z0c
Foto: picture-alliance/dpa

KTT G8 menyoroti masa depan zona Euro yang suram. Para pemimpin negara kelompok itu menyerukan kepada Yunani untuk bertahan dengan kesepakatan dana bantuan Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional, IMF. Dalam pernyataan bersama G8 tertera, "Kami sadar pentingnya zona Euro yang kuat dan kohesif bagi pemulihan dan stabilitas global. Kami tegaskan harapan kami agar Yunani tetap bergabung bersama zona Euro dan menghormati komitmennya."

Tuan rumah KTT, Presiden AS Barack Obama mengatakan kesepakatan G8 adalah pertumbuhan dan lapangan kerja harus lebih diutamakan dibandingkan penghematan. Jelang KTT, Obama menyatakan dukungannya bagi Perancis dan Italia yang berfokus pada pertumbuhan, dibandingkan Jerman yang memilih kebijakan program penghematan. Ini berdampak pada ketegangan dengan kanselir Jerman Angela Merkel yang terlihat selama KTT berlangsung. Walau Merkel menegaskan, tidak ada perbedaan pendapat dengan Perancis. "Kalau tidak, kami tidak akan mencapai kesepakatan dalam pernyataan bersama", ujar Merkel. Tetapi dalam pernyataan tersebut juga terdapat kalimat, "langkah yang benar tidak akan sama bagi masing-masing negara anggota."

KTT yang digelar di Camp David ini juga membahas masalah Iran dan Suriah. Rabu mendatang (23/5), perundingan masalah nuklir dengan Iran akan digelar di Baghdad. Obama berharap negosiasi akan berjalan produktif dan menegaskan negara-negara adidaya "bersatu" menghadapi Iran. Kelompok G8 terdiri dari negara-negara maju termasuk Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.

vlz (afp, ap)