1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

200911 IWF Ausblick Weltwirtschaft

21 September 2011

Pertumbuhan melambat dan risiko meningkat. Demikian formulasi pendek dari Dana Moneter Internasional IMF, untuk menggambarkan visi terbaru ekonomi global. Politik harus melakukan tindakan tegas untuk mengatasinya.

https://p.dw.com/p/12dPP
Menjelang pertemuan musim gugur. IMF ingatkan risiko ganda berupa resesi baru dan runtuhnya ekonomi global.Foto: DW

 Direktur ekonomi IMF, Olivier Blanchard pada saat memaparkan Visi Ekonomi Dunia di Washington Selasa (20/8) menyampaikan dengan tegas, "Ekonomi global memasuki fase berbahaya baru. Pemulihan global melemah drastis dan risiko bagi langkah mundur meningkat tajam. Diperlukan langkah politik tegas, untuk memperbaiki visi sekaligus menurunkan risiko."

IMF menilai, terdapat gabungan perkembangan yang berbahaya, yang memperlemah pemulihan ekonomi dunia serta yang membuat dunia tidak menjadi lebih aman. Yakni, gempa bumi dan tsunami di Jepang, kerusuhan di sejumlah negara produsen minyak, krisis utang di beberapa negara zona Euro serta defisit anggaran amat besar di Amerika Serikat. IMF terutama memandang dengan cemas ke zona Euro. Jika krisis utang di negara-negara Euro yang lemah, merembet ke negara inti, dampaknya stabilitas pasar keuangan global dapat terguncang.

Menimbang ancaman tersebut, tidak mengherankan jika IMF melakukan koreksi menurunkan prakiraan pertumbuhan untuk tahun berjalan dan tahun depan. Laju pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun depan diperkirakan hanya rata-rata empat persen. Awal tahun ini para periset IMF masih memperkirakan pertumbuhan 4,5 persen.

Pertumbuhan Tidak Seimbang

Direktur ekonomi IMF, Olivier Blanchard, menyebutkan, pertumbuhan rata-rata empat persen kedengarannya tidak buruk. Akan tetapi pemulihan ekonomi berjalan tidak merata. Untuk tahun 2011, diramalkan pertumbuhan 6,5 persen di negara ambang industri. Sementara pertumbuhan di negara maju hanya 1,8 persen.

Ketidakseimbangan pertumbuhan inilah yang memicu kecemasan IMF. Pasalnya, jika kalangan politik tidak melakukan tindakan, situasinya dengan cepat akan menjadi sebuah lingkaran setan.

Blanchard  menambahkan, "Rendahnya pertumbuhan, melemahnya anggaran dan keuangan, dengan cepat dapat saling dukung. Rendahnya pertumbuhan, mempersulit konsolidasi anggaran dan sebaliknya. Rendahnya pertumbuhan memperlemah sistem perbankan, dan bank yang lemah memberikan kredit lebih sedikit, yang memicu rendahnya pertumbuhan. Pendeknya, risiko amat tegas bagi spiral kemunduran dapat diramalkan.“

Perlu Tindakan Politik

IMF menilai, politik untuk mencegah munculnya lingkaran setan ini, harus bertumpu pada tiga pilar. Pertama pengurangan utang publik secara bijaksana, kedua penguatan sistem perbankan dan ketiga berupa imbauan kepada Amerika Serikat, agar mengurangi defisit anggaran dan defisit perdagangannya yang amat besar. Berkaitan dengan itu, IMF juga memuji Cina yang hendak menjauh dari ketergantungan ekspor secara sepihak, dan memperkuat permintaan pasar domestiknya.

Agus Setiawan/Rolf Wenkel

Editor : Andriani Nangoy