1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Inilah Pemenang The Bobs 2013

Jan Bruck7 Mei 2013

The Bobs mencari pegiat online terbaik dan juri internasional membantu menemukan mereka, yang secara berani telah berkomitmen bagi kebebasan, keterbukaan dan menjadi jembatan pertukaran di internet.

https://p.dw.com/p/18TOn
Foto: myshadow.org

Cina, India, Mesir dan Indonesia saling memberikan dukungan. Rusia berkoalisi dengan Turki dan Jerman berpihak pada Ukraina. Ini bukanlah gejolak yang terjadi dalam Sidang Umum PBB di New York, melainkan dalam rapat dewan juri The Bobs di Berlin. 15 pakar internet, yang terdiri dari aktivis, blogger dan ilmuwan dari 14 negara, berdebat untuk menentukan pemenang pilihan juri dalam enam kategori The Bobs. Setelah sidang yang berlangsung selama dua hari, dewan juri memilih pemenang dari 4.200 web, blog dan proyek internet yang terdaftar.

Best Blog

Penulis dan kolumisi asal Cina, Li Chengpeng (http://blog.sina.com.cn/lichengpeng), berhasil meraih penghargaan Best Blog tahun ini. Di Cina, Li Chengpeng telah menjadi tokoh gerakan anti sensor.

Screenshot der Internetsite freeweibo.com/weibo/H7N9
freeweibo.comFoto: freeweibo.com

Pada acara penandatangan bukunya “Seluruh Dunia Sudah Tahu“, pihak berwenang melarangnya untuk berbicara. Saat acara “pembacaan bukunya yang hening“, Li Chengpeng tampil dengan mengenakan masker penutup mulut dan t-shirt bertuliskan “Aku cinta kalian semua“. Masker dan penutup mulut ini kemudian menjadi simbol perlawanan di Cina. “Ia merupakan teladan bagi generasi muda. Ia mendorong mereka untuk ikut terlibat dan berjuang melawan sensor,“ demikian pernyataan dewan juri.

Best Social Activism

Satu inisiatif pemuda Maroko 475 (https://www.facebook.com/475LeFilm), yang memperjuangkan hak perempuan korban pemerkosaan, terpilih sebagai kampanye terbaik di internet. Menurut undang-undang nomor 475, di Maroko seorang pemerkosa dapat dibebaskan dari tuntutan dan hukuman jika ia menikahi korbannya. Kisah gadis berusia 16 tahun bernama Amina, yang pada tahun 2012 melakukan bunuh diri, merupakan tema dari film 475 dan dalam kampanye di jejaring sosial Facebook dan Flickr. Perjuangan untuk melawan undang-undang ini, terkait dengan kasus-kasus pemerkosaan yang baru-baru ini terjadi di India, “menjadi isyarat yang penting bagi para aktivis di seluruh dunia yang tengah memperjuangkan hak bagi perempuan,“ dikatakan dewan juri.

Best Innovation

Social Media: Preisverleihung The BOBs
Foto: DW

Microblogging FreeWeibo.com (http://freeweibo.com) berupaya untuk memberikan gambaran mengenai perilaku sensor pemerintah Cina. Platform ini menawarkan akses bebas sensor ke SinaWeibo.com, salah satu situs jejaring sosial yang paling banyak dipakai di Cina. Berkat FreeWeibo.com, user internet dapat membaca pesan yang dihapus pihak berwenang. Dewan juri berpendapat, “Sensor yang sistematis merupakan salah satu masalah terbesar di Cina. Jika sensor ini terlihat, maka warga dapat berbuat sesuatu untuk melawannya.“

Reporters Without Borders

Seperti tahun-tahun sebelumnya, bekerjasama dengan Reporters Without Borders, The Bobs kembali memberikan penghargaan kepada blog, yang dengan luar biasa telah berjuang bagi kebebasan berpendapat. Tahun ini penghargaan Reporters Without Borders diraih oleh blogger  serta aktivis HAM asal Togo, Fabbi Kousassi. Ia memanfaatkan blognya (http://fabbikouassi.wordpress.com) untuk melaporkan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan terhadap wartawan di Togo. “Fabbi Kousassi melindungi kebebasan berpendapat di negaranya dengan cara yang mengesankan dan telah menarik perhatian pada penderitaan yang dialami wartawan di Togo,“ demikian pendapat Christian Mihr dari Reporters Without Borders dalam keputusannya.

Global Media Forum Award

Tantangan ekonomi global merupakan tema konferensi Global Media Forum tahun ini (http://www.dw.de/global-media-forum/home/s-30956) yang berlangsung di Bonn, 17 – 19 Juni 2013. Penghargaan Global Media Forum dimenangkan oleh proyek sosial “Infolady“ (www.pallitathya.org.bd) dari Bangladesh.

Webseiten der diesjährigen Bobsgewinner 2013
Blog "Infolady"Foto: pallitathya.org.bd/infolady

Infolady merupakan sekelompok perempuan muda yang pergi mengunjungi desa-desa terpencil yang tidak memiliki akses internet. Diperlengkapi dengan laptop dan ponsel pintar, mereka membantu warga desa menemukan jawaban atas pertanyaan seputar kesehatan, pertanian dan pembangunan. Menurut pandangan dewan juri, ini merupakan satu proyek revolusioner yang memungkinkan warga miskin di Bangladesh mendapat informasi penting.

Most Creative & Original

Jejak apa yang kita tinggalkan di internet? Ini merupakan topik yang dibahas oleh proyek „Me and My Shadow“ (http://myshadow.org). Lewat cara yang menyenangkan, situs ini mengajarkan user internet untuk bergerak di ruang maya serta memberikan saran praktis, seperti misalnya bagaimana untuk mengubah pengaturan browser. Proyek ini didukung oleh Tactical Technology Collective, satu asosiasi internasional yang memberikan pelatihan teknologi internet kepada aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia. Terutama di negara-negara yang memberlakukan sensor dan mengawasi internet dengan ketat, sangatlah penting untuk berhati-hati. “Dalam beberapa kasus, ini merupakan masalah hidup atau mati,“ dinyatakan Georgia Popplewell, juri asal Trinidad-Tobago.

The Bobs – Best of Online Activism pertama kali digelar oleh Deutsche Welle pada tahun 2004, dengan tujuan mempromosikan kebebasan berpendapat di internet dan mendorong pertukaran terbuka di internet tanpa sensor. “The Bobs merupakan satu-satunya platform yang menunjukkan terdapatnya kecendrungan yang sama diantara user internet muda di seluruh dnia,” demikian dikatakan pemimpin redaksi DW, Ute Schaeffer. “Secara teknis tidak akan bertahan lama, upaya untuk memberengus warga dan untuk merampas hak mereka akan informasi.”

Selain dewan juri, user internet juga telah memilih pemenang The Bobs lewat voting online. Seluruh pemenang The Bobs 2013 dapat dilihat di situs The Bobs (www.thebobs.com).