1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Iran Mempertahankan Posisinya di Dewan HAM PBB

15 Februari 2010

Iran mempertahankan posisinya dalam pemeriksaan di Dewan HAM PBB. Jerman juga melontarkan kritik terhadap pemerintah di Teheran.

https://p.dw.com/p/M2SP
Aksi protes terhadap Iran di depan kantor Dewan HAM PBB di Jenewa.
Aksi protes terhadap Iran di depan kantor Dewan HAM PBB di Jenewa.Foto: DW

Dewan HAM PBB untuk untuk pertama kalinya melakukan pemeriksaan atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Iran. Dalam sidang pemeriksaan tersebut perwakilan Iran harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Dewan HAM. Sebelum proses dimulai, di luar gedung terdengar seruan para demonstran.

Sekitar 200 warga Iran berdemonstrasi di depan gedung PBB di Jenewa di bawah pengawasan puluhan polisi. Mereka memprotes kekejaman yang dilakukan oleh rezim di Iran.

"Menurut saya, semua orang sudah tahu situasi di Iran. Banyak orang yang dipenjara, tidak ada kebebasan bagi kaum perempuan mau pun laki-laki. Disana berlaku rezim diktator," ujar seorang demonstran.

Tetapi suara para demonstran tidak senada dengan yang terdengar dari dalam gedung PBB. Di ruang sidang Dewan HAM, Mohammad Javad Larijani, sekjen Dewan Tinggi HAM Iran, menceritakan gambaran yang positif akan kondisi hak asasi manusia di negaranya. Hak bagi perempuan, hak kaum minoritas, kebebasan berpendapat, larangan penahanan tanpa alasan yang jelas, kebebasan memeluk agama - semua itu menurut Larijani dijamin oleh konstitusi Iran. Di mata hukum Iran semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Larijani menuduh negara-negara barat melanggar kedaulatan Iran dan melancarkan serangan langsung ke negaranya.

Perwakilan negara-negara barat menuntut penjelasan dari Iran atas kerusuhan yang terjadi usai demontrasi damai setelah pemilihan presiden yang penuh kontroversi tahun lalu. Günter Nooke, pejabat khusus urusan HAM bagi Jerman termasuk diantaranya.

"Pemerintah Iran harus tahu, Jerman berada di pihak yang berdemonstrasi secara damai, mau berdialog terbuka untuk membicarakan masa depan negaranya. Kami tidak berpihak pada mereka yang menghentikan demontrasi dengan cara kekerasan," tegas Nooke.

Jerman menuduh Iran tidak berpegang pada berbagai konvensi PBB yang telah ditandatangani negara itu. Nooke mendukung tuntutan negara-negara seperti Inggris dan Australia, yang ingin menempatkan seorang pelapor khusus PBB di Iran.

Katanya, "Ini adalah kesempatan yang baik untuk memberikan tekanan terhadap Iran. Tetapi bagi kami sudah merupakan sebuah keberhasilan jika pelapor khusus diijinkan masuk ke Iran."

Duta besar Inggris di PBB Peter Gooderham mengusulkan agar Sekjen PBB Ban Ki-moon berkunjung ke Iran supaya ia bisa menginvestigasi kekerasan yang terjadi usai pemilihan dan menganalisa situasi hak asasi manusia disana secara independen. Selain itu, beberapa negara juga meminta Iran untuk menghentikan penjatuhan vonis hukuman mati. Mereka berpendapat langkah pertama adalah dengan menghentikan eksekusi terhadap tahanan di bawah umur dan bentuk eksekusi yang dianggap kejam seperti rajam. Selain masalah HAM, Iran juga mendapat tekanan karena program nuklirnya.

Günter Nooke berpendapat , "Pemerintahan yang memperlakukan warganya seperti itu bukanlah mitra negosiasi yang bisa dipercaya dalam hal senjata atom."

Namun Iran tidak hanya mendapat reaksi negatif. Perwakilan dari Rusia dan Cina misalnya, tampak tidak mau terlibat dalam tuduhan dan tuntutan terhadap Iran. Mereka hanya menyarankan kepada Iran agar melakukan semua hal yang dianggap perlu untuk melindungi warganya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Brasil menganjurkan diadakannya dialog antara pemerintah dan warganya. Sementara pujian langsung akan usahanya dalam hal hak asasi manusia diperoleh Iran dari negara-negara seperti Kuba, Venezuela, Pakistan, Libanon atau Nikaragua. Mereka mendukung Iran untuk melanjutkan langkah yang telah dirintisnya.

Sidang di Jenewa hanyalah tahapan pertama dari proses pemeriksaan tuduhan pelanggaran HAM yang terjadi di Iran. Di akhir proses, Iran akan memperoleh usulan cara memperbaiki situasi HAM di negaranya. Iran bisa menerima dan menjalankan usulan tersebut atau juga menolaknya. Duta besar Jerman di Jenewa Reinhard Schweppe mengatakan, adalah hal yang tidak masuk akal, bahwa hasil pemeriksaan tersebut akan membawa perbaikan kondisi HAM di Iran dalam waktu singkat.

"Tetapi satu hal yang pasti, bagi negara seperti Iran pun, pertanyaan kritis akan situasi HAM adalah hal yang tidak menyenangkan. Anda harus mengingat, bahwa sebagian besar kaum elit Iran menjalani pendidikan di negara barat. Mereka tahu apa yang penting bagi kami dan mereka harus berinteraksi dengan kami dalam berbagai bidang. Masalah ini juga berarti bagi mereka," kata Schweppe.

Dewan HAM PBB masih akan mendapat laporan tambahan dari beberapa LSM tentang situasi HAM di Iran. Akhir minggu ini rekomendasi bagi Iran diperkirakan akan dikeluarkan secara resmi.

Pascal Lechler/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Luky Setyarini