1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Israel Bentuk Komisi Penyelidikan Internal Serangan Konvoi Gaza

14 Juni 2010

Kabinet Israel menyetujui pembentukan sebuah komisi internal untuk menyelidiki insiden penyergapan terhadap konvoi kapal asing yang mengangkut aktivis serta bantuan menuju Jalur Gaza.

https://p.dw.com/p/NqWF
Serangan Kapal Mavi Marmara mengundang kritik internasionalFoto: AP

Menolak penyelidikan internasional, Israel memilih membentuk komisi khusus internal untuk menyelidiki insiden serbuan militer Israel terhadap konvoi bantuan kemanusian untuk Gaza. Komisi publik independen tersebut akan dibawahi pensiunan hakim Mahkamah Agung Jacob Turkel, ahli hukum internasional Shabtai Rosen dan pensiunan Mayor Jenderal Amos Horev. Selain itu, penerima nobel perdamaian asal Irlandia Lord William David Trimble dan pengacara internasional dari Kanada Ken Watkin akan menjadi pengamat dan mengikuti proses pemeriksaan dan perundingan. Namun mereka tak akan memiliki suara.

Komisi khusus bertugas mengevaluasi pencegatan konvoi kapal bantuan serta blokade perairan Gaza dalam konteks hukum internasional. Mereka akan menyelidiki apakah blokade Israel terhadap perairan Jalur Gaza sesuai dengan hukum internasional atau tidak.

Demi mencapai kebenaran, berbagai kesaksian yang disampaikan sebelum terbentuknya komisi tidak akan dipakai sebagai bahan bukti. Selain mendengarkan kesaksian dari para aktivis armada bantun, Komisi Khusus ini juga akan menyelidiki informasi dari Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, menteri-menteri lainnya, serta Kepala Staf Departemen Pertahanan Israel. Namun komisi tersebut tidak akan secara langsung menyelidiki pejabat dan tentara yang terlibat, melainkan menggunakan pernyataan resmi mereka dalam panel bentukan militer Israel. Terkait dengan pembentukan komisi khusus, menteri kehakiman Israel Jakov Neeman mengatakan: „Kami mengalami gelombang serangan global, yang dilakukan para pembenci Israel. Dan kami dituduh melanggar hukum. Bagi kami segalanya telah terbuka. Kami tidak bermain petak umpet. Kami menunjukan pada dunia bahwa kami bersih.“

Selain itu, Komisi Khusus itu memiliki wewenang untuk tidak memasukan informasi dari para pengamat asing dengan alasan keamanan nasional Israel. Mereka akan melapor langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kabinetnya: „Saya merasa yakin,bahwa penyelidikan melalui komisi ini akan membuktikan fakta-fakta, bahwa tujuan dan aksi Israel berikut militernya, merupakan upaya pertahanan, yang sesuai dengan standar internasional. Saya mengambil keputusan ini dan pembentukan komisi publik independen ini memperjelas pada dunia bahwa Israel bertindak benar, transparan dan penuh tanggung jawab.“

Israel Palästinenser Gaza Ministerpräsident Benjamin Netanyahu
Benjamin NetanyahuFoto: AP

Menurut Netanyahu, rincian tugas dan tanggung jawab komisi telah dirundingkan dengan pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Gedung Putih menyampaikan sikap pemerintah Amerika Serikat yang memberi kepercayaan penuh kepada pemerintah Israel dalam menjalani penyelidikan yang adil. Menurut pemerintah Amerika Serikat, laporan akhir Komisi Khusus akan dapat diakses publik serta dipresentasikan kepada masyarakat internasional.

31 Mei lalu, angkatan laut Israel menyergap 6 kapal bantuan internasional. Insiden terjadi di kapal terbesar Mavi Marmara saat tentara Israel menembak mati 9 orang aktivis dengan dalih pembelaan diri. Tentara Israel diserang dengan pisau dan pentungan besi begitu menaiki kapal Mavi Marmara. 8 korban tewas adalah warga Turki dan satu warga Amerika Serikat keturunan Turki.

Carissa Paramitha/Ayu Purwaningsih/dpa/rtr

Editor: Agus Setiawan