1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jerman Kecam Aksi Penyadapan NSA

Bettina Marx2 Juli 2013

Menurut laporan media, dinas rahasia AS ternyata menyadap lebih banyak data daripada yang diperkirakan semula. Jerman dan Uni Eropa jadi salah satu sasaran utama.

https://p.dw.com/p/1906N
The headquarters of the National Security Administration (NSA) in Fort Meade, Maryland, USA, 07 June 2013.
Pusat NSA di Fort MeadeFoto: picture-alliance/dpa

Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert di Berlin mengeluarkan ucapan keras. "Penyadapan negara sahabat, ini tidak bisa diterima. Ini tidak boleh. Kita sudah tidak lagi berada pada masa perang dingin", kata Seibert.

Sebelum mengambil langkah tegas, pemerintah Jerman ingin memeriksa lebih dulu fakta-fakta yang ada. Menurut laporan majalah Jerman "Der Spiegel", dinas rahasia AS NSA memasang alat penyadap di kantor-kantor perwakilan Uni Eropa di New York, Washington dan Brussel. Selain itu, beberapa kantor kedutaan negara-negara Eropa juga disadap, termasuk Jerman.

Seibert menegaskan: "Eropa dan Amerika Serikat adalah mitra, sahabat. Jadi kerjasama harus didasarkan pada saling percaya". Pemerintah Jerman akan berkonsultasi dengan Perancis dan Uni Eropa untuk menetapkan langkah selanjutnya.

Penyadapan Luas

Der Spiegel memberitakan, NSA setiap bulan merekam setengah miliar data-data hubungan telepon di Jerman. NSA juga mengawasi komunikasi berbagai institusi Uni Eropa dan kantor pemerintahan di Eropa.

Pemerintah Jerman menanggapi berita ini dengan serius, kata juru bicara pemerintah Steffen Seibert. Kementerian Luar Negeri Jerman sudah memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Berlin untuk memberikan keterangan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Martin Schäfer menjelaskan, pihaknya akan meminta penjelasan secepatnya.

Kalangan oposisi Jerman menuntut agar pemerintah Jerman dengan cepat mengambil langkah tegas. Kandidat kanselir partai oposisi SPD, Peer Steinbrück menandaskan: "Kita hidup dalam sebuah negara hukum. Karena itu, pemerintah Jerman punya kewajiban melindungi negara hukum ini." Steinbrück menuntut pemerintah Jerman meminta penjelasan dari AS dan Inggris mengenai aksi penyadapan mereka.

Kecaman Keras Oposisi

Ketua fraksi Partai Hijau, Jürgen Trittin menerangkan, perundingan tentang zona perdagangan bebas dengan Amerika baru bisa dimulai, jika jelas bahwa posisi Uni Eropa tidak dimata-matai oleh Amerika. "Amerika menuduh Cina melakukan spionase, sekarang mereka sendiri melakukan itu. Mereka memata-matai perekonomian kita", kata Trittin.

Ketua Partai Hijau Cem Özdemir menambahkan: "Tidak mungkin memperlakukan semua warga sebagai orang yang dicurigai". Pemerintah Jerman harus menjelaskan, apakah pemerintah atau dinas rahasia sebelumnya punya informasi tentang aksi penyadapan ini.

Ketua Fraksi Partai Kiri, Gregor Gysi, menuntut agar parlemen Jerman Bundestag melakukan sidang khusus minggu ini juga mengenai skandal penyadapan. Pemerintah Jerman harus memberi keterangan di hadapan anggota parlemen tentang seberapa luas "aksi spionase yang dilakukan terhadap penduduk dan masyarakat Jerman", kata Gysi.

Asosiasi Jurnalis Jerman DJV mengeritik penyadapan elektronik yang dilakukan NSA terhadap para jurnalis. Dengan aksi itu, perlindungan terhadap nara sumber jadi tidak ada artinya, kata Ketua DJV, Michael Konken. Ia menuntut pemerintah Jerman agar meminta Amerika Serikat menghentikan aksi penyadapan itu. Para jurnalis yang disadap harus mengetahui dengan jelas, berapa lama ia menjadi korban penyadapan. "Kami menuntut transparansi yang absolut", tandas Konken.