1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Olahraga

Persiapan Asian Games Diharapkan Rampung Akhir Tahun

3 April 2017

Indonesia berharap menyelesaikan persiapan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 akhir tahun ini juga. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kasus korupsi tidak mengganggu persiapan.

https://p.dw.com/p/2aYZ1
Asienspiele 2014 Eröffnung 19.09.2014 Incheon
Foto: AFP/Getty Images/Manan Vatsyayana

"Kami optimis akan menyelesaikan venue utama pada akhir tahun ini," kata Kalla dalam wawancara dengan kantor berita Reuters di Istana P, Jakarta Pusat, hari Jumat (31/3).

"Kadang-kadang memang ada kemungkinan penundaan... dan jika terjadi sesuatu kami masih punya enam bulan untuk menyelesaikan," tambah Kalla, yang ditugaskan mengawasi persiapan Asian Games oleh Presiden Joko Widodo bulan lalu.

Dewan Olimpiade Asia yang bulan lalu meninjau jalannya persiapan ketika itu menyatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan "besar" dalam mengorganisir acara olahraga se Asia itu.

Persiapan Asian Games sempat dipertanyakan, setelah polisi menetapkan sejumlah petinggi Komitee Olahraga Indonesia (KOI) sebagai tersangka kasus korupsi. Menurut penyelidikan polisi, terjadi penggelapan dana promosi Asian Games sehingga negara dirugikan sekitar 5 miliar.

Asienspiele 2014 in Incheon Südkorea
Asian Games ke-17 di Incheon, Korea SelatanFoto: picture-alliance/dpa

Dua pejabat senior KOI kemudian diskors tahun lalu, setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, yaitu Sekjen KOI Dody Iswandi dan dan Bendahara KOI Anjas Rivai.

Asian Games 2018 akan berlangsung di Jakarta dan Palembang. Atlet dari 45 negara Asia akan bersaing dalam lebih 30 cabang olahraga, dari bulutangkis sampai seni bela diri dari Cina. Sekitar 30.000 atlet, pelatih dan anggota delegasi diperkirakan hadir selama penyelenggaraannya.

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah pertandingan pada tahun 1962.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, kasus korupsi tidak akan mengganggu jalannya persiapan.

"Semua orang sekarang menjadi lebih bertanggung jawab dan berhati-hati tentang tugas-tugas mereka," katanya kepada Reuters.

hp/ml (rtr)