1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Karsai Bicarakan Perwakilan Taliban di Qatar

Edith Koesoemawiria/dpae/ap/reuters 1 April 2013

Presiden Afghanistan Hamid Karsai Minggu (31/03/13) bicarakan kepentingan bersama dengan pemerintah Qatar. Termasuk masalah Taliban.

https://p.dw.com/p/187ef
Hamid Karzai Präsident Afghanistan

Saat bertemu dengan Emir Hamad bin Khalifa al-Thani di Doha, Presiden Aghanistan Hamid Karsai dilaporkan membicarakan pembukaan sebuah kantor Taliban di Qatar.

Meski tak ada rincian mengenai pertemuan itu, kantor berita Qatar, QNA melaporkan bahwa kedua pemimpin membicarakan kepentingan kedua negara dan "kepentingan kedua belah pihak." Juga dibahas "perspektif perdamaian di Afghanistan."  Karsai juga dilaporkan bertemu dengan investor Qatar. Pertemuan itu dihadiri oleh pejabat tinggi kedua negara. 

Emir von Katar
Emir Hamad bin Khalifa al-ThaniFoto: picture-alliance/dpa

Sebelum keberangkatan Karsai ke kawasan Teluk hari Sabtu, jurubicara presiden Aimal Faizi mengatakan bahwa tema pembicaraan meliputi perundingan perdamaian dengan Taliban dan pembukaan perwakilan Taliban.

Pemerintah  Kabul sebelumnya menolak hal itu, tapi kemudian menyepakati dengan syarat, Taliban memutuskan hubungannya dengan Al Qaida dan berhenti mendukung terorisme.

Mendorong solusi damai

NATO dan pasukan internasional direncanakan akan meninggalkan Afghanistan pada 2014, dan Amerika Serikat mendorong kembali upaya untuk menegosiasikan penyelesaian dengan Taliban untuk mengakhiri peperangan yang sudah berlangsung selama 12 tahun.

Presiden Afghanistan Karsai menuntut bahwa penyelesaian konflik itu harus dihasilkan dalam pembicaraan antara pemerintahnya dengan Taliban. Di pihak lain, Taliban menyatakan bahwa kantor perwakilan itu bukan urusan Afghanistan.

US-Außenminister Kerry zu Besuch in Afghanistan
Menlu AS Kerry di Istana Presiden AfghanistanFoto: Reuters

Taliban menolak untuk bernegosiasi dengan pemerintahan Karsai yang dianggap sebagai boneka AS dan ingin berhubungan langsung dengan Washington. Namun setelah lebih satu tahun perundingan, kelompok militan itu mengakhiri hubungannya dengan AS setelah gagal menyelesaikan persoalan pertukaran tahanan. Belakangan Afghanistan mengambil alih pengawasan atas penjara militer Bagram (25/03) dari Amerika Serikat.

Sambutan dari PBB dan Pakistan

Setelah serangan 9/11 di New York, tidak ada negara penentang terorisme yang bersedia melakukan perundingan dengan kelompok garis keras Taliban. Namun upaya mencari solusi politik menjadi penting, setelah perang berkepanjangan dan kealotan Taliban yang tetap berpengaruh.

Pekan lalu, PBB menyambut kabar mengenai kunjungan Karsai ke Qatar dan mengimbau Taliban untuk kembali ke meja perundingan. Juga Pakistan, yang mendukung Taliban ketika berkuasa di Afghanistan, mendukung pembukaan kantor perwakilan Taliban di Doha.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry pekan lalu juga melakukan kunjungan mendadak ke Afghanistan untuk memperbaiki hubungan dengan Karsai yang sudah menegang. Sebelumnya Presiden Afghanistan itu menuding Washington berkolusi dengan Taliban agar pasukan AS bisa tetap berada di tanah Afghanistan.

EK/DK/dpae/ap/reuters