1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kata Anda tentang Tempe

8 Juni 2015

Bisakah tempe “go internasional“? Berbagai pihak terus mengupayakan agar produk Indonesia ini bisa lebih terkenal secara internasional.

https://p.dw.com/p/1FdGt
Foto: imago/Westend61

Di dunia internasional, tempe dikenal oleh kaum vegetarian. Tempe dimanfaatkan sebagai pengganti daging sebagai sumber protein. Tempe mulai dikenal di Eropa melalui orang-orang Belanda. Dengan hashtag #KitaBangsaTempe, digelar kampanye untuk mengupayakan agar tempe bisa go international.

Berikut komentar-komentar seputar tempe:

Priadi Tidak perlu " go internasional " segala, yang penting buat Rakyat Indonesia adalah harga kedelai import "stabil/terjaga" dan produk kedelai dalam negeri ditingkatkan, tentunya keduanya oleh Pemerintah Indonesia. Jadi, Rakyat Indonesia tetap bisa mengkonsumsi Tempe selamanya.....

Annie Pwt tempe memang udah international di sekitar asia,tp yg penting para pedang tempa tidak kesusahan mencari kedalainya,skg mau di komsumsi local aja para pembuat tempe udah kewalahan karena kurang bahan,yaitu kedele

Vito Cahyono Tiap hari adalah hari tempe.kl gk gitu gk dpt rejeki.gk perlu go interntional...yg penting harga kedele murah.kl mahal sy gk bisa jualan.....temmmpeeeee...

Rizmaaivii inilah khas indonesia yg tdak asing bagi smua rakyat dunia
kalau mkanan luar negri yg lain bisa knapa TEMPE enggak

Kasriati Martadisastra Bisa, dengan adanya tempe di dunia produsen dan pertanian kedelai dunia akan banyak yang terbantu hidupnya! Masyarakat Jepang menggemari semua produk makanan berasal dari kedelai.

Tri Yani Selamat hari tempe sedunia.tempe adl makanan sderhana tp banyk manfaat bila d konsumsi.aku bangga tempe makan kas indonesia

Agusman Sitorus harus bangga itu dg produk dalam negri sendiri,kalau bukan kita siapa siapa lagi,jangan sampai di klaim/diaku sama orang luar.

Cirebon Rattan tempe hasil itu kreativitas masa lalu, satu karya leluhur kita. mau tanya, kita sendiri sdh menciptakan apa untuk masa depan? makanya, jangan ribut terus. bangsa dan umat kita masih hidup dalam keterbelakangan, kemiskinan dan kebodohan.

Komentar-komentar lainnya bisa dilihat di sini.