1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kehakiman Spanyol Usut Putri Mahkota Kerajaan

DK/VLZ (dpa, afp)4 April 2013

Guncangan baru bagi Juan Carlos. Setelah pihak kehakiman sejak lama mengusut kasus korupsi menantunya, kini putri mahkota Cristina dituduh terlibat dalam bisnis suaminya tersebut.

https://p.dw.com/p/189QN
[38557457] Spanish Princess Cristina made suspect in corruption case epa03648566 (FILES) A file picture dated 25 November 2012 shows Spanish Princess Cristina (R) and her husband Inaki Urdangarin (L) leaving Quiron San Jose Hospital after visiting King Juan Carlos I in Madrid, Spain. Spain's Princess Cristina has been made an official suspect in a corruption investigation involving her husband, the dailies El Pais and El Mundo said 03 April 2013 on their websites. The 47-year-old princess is the second of King Juan Carlos' and Queen Sofia's three children. Her husband, the former Olympic handball player Inaki Urdangarin, is being investigated on allegations he embezzled millions of euros in public funds though a charity he headed. EPA/SERGIO BARRENECHEA *** Local Caption *** 50612017
Skandal korupsi bayangi pasangan kerajaan SpanyolFoto: picture-alliance/dpa

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kerajan Spanyol, pihak kehakiman melakukan pengusutan terhadap turunan langsung raja, yakni terhadap putri Juan Carlos, Cristina. Hakim pengusut di Palma de Mallorca menjelaskan, putri raja secara resmi dicurigai. Menurut laporan kantor berita Efe berdasarkan keterangan dari lingkungan kehakiman, hakim José Castro mengundang Cristina (47) tanggal 27 April untuk didengar keterangannya. Di media sebelumnya dipublikasikan dokumen dimana Cristina dikatakan mengetahui kejahatan korupsi yang dilakukan suaminya.

Kerajaan Spanyol Selasa malam (02/04/13) bereaksi "heran" dan terkejut, karena hakim mengubah sikapnya. Demikian keterangan pihak kerajaan. Dalam keputusan 5 Maret lalu hakim masih menolak mengundang Putri Cristina untuk dengar keterangan. Meski demikian pihak kejaksaan Rabu (03/04/13) menyampaikan penolakan terhadap undangan pengadilan terhadap Cristina.

[37456625] Spaniens Königshaus gerät in den Sog der Finanzaffäre ARCHIV - König Juan Carlos von Spanien, sein Schwiegersohn Inaki Urdangarin und seine Tochter Infantin Cristina posieren anlässlich der Ersten Kommunion eines seiner Enkelkinder am 23.05.2009 in Barcelona. Das spanische Königshaus gerät zunehmend in den Sog der Finanzaffäre um den Schwiegersohn von König Juan Carlos. Fast täglich werden neue Peinlichkeiten über die Geschäfte des Ehemannes der Königstochter Cristina, Iñaki Urdangarin, publik. Foto: ALBERTO ESTEVEZ (zu dpa «Spaniens Königshaus gerät in den Sog einer Finanzaffäre» vom 21.02.2013) +++(c) dpa - Bildfunk+++
Skandal korupsi Kerajaan Spanyol meluasFoto: picture-alliance/dpa

Pengusutan Skandal Meluas

Pihak kehakiman sudah melakukan pengusutan terhadap suami Cristina, Inaki Urdangarin, yang dituduh melakukan manipulasi uang negara. Ia dan mantan mitra bisnisnya Diego Torres diduga dengan selubung yayasan Noos, menyalahgunakan dana keuangan pemerintahan regional di Kepulauan Balears dan Valencia bernilai jutaan. Keduanya juga dituduh melakukan penipuan pajak.

Kerajaan menolak memberikan keterangan. "Kerajaan tidak memberikan komentar tentang keputusan kehakiman," demikian kata seorang jurubicara.

Mantan atlet bola tangan Urdangarin sebagai ketua Yayasan Noos memperoleh dana jutaan dari pemerintah regional Balears dan Valencia serta berbagai sponsor. Dengan dana tersebut Yayasan Noos mengorganisir konferensi olah raga dan acara-acara. Urdangarin dituduh menyalurkan sebagian dana itu melalui perusahaan swasta ke rekening pribadinya.

König Juan Carlos und Königin Sofia am 27. November 1975 nach der Krönungsmesse vor der Kirche von San Jeronimo el Real in Madrid. Juan Carlos Alfonso Victor Maria de Borbón y Borbón wurde am 5. Januar 1938 in Rom geboren. Der spanische Diktator Franco schlug Juan Carlos am 22. Juli 1969 als seinen Nachfolger vor, am 23. Juli wurde dieser als "Prinz von Spanien" vereidigt. Nach Francos Tod bestieg Juan Carlos am 27. November 1975 in einem feierlichen Staatsakt den Thron. König Juan Carlos, der lange als gefügige Kreatur des Diktators galt, erklärte sein jahrelanges Schweigen mit "Ich habe gelernt, zu beobachten und zu schweigen" und entwickelte sich in den folgenden Jahren zu einer treibenden demokratischen Kraft in seinem Land. Im In- und Ausland erfreut sich der sportliche Monarch einer großen Popularität. Juan Carlos ist seit dem 14. Mai 1962 mit Prinzessin Sofia von Griechenland verheiratet, der Ehe entstammen die Kinder Elena, Cristina und Felipe.
Pengangkatan Juan Carlos sebagai raja Spanyol 1975Foto: picture-alliance/ dpa/ Bildarchiv

Kekayaan Raja juga Disorot

Cristina, putri kedua dari Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia, termasuk dalam jajaran pimpinan Yayasan Noos. Ia juga pemilik dari perusahaan yang terlibat skandal. Pihak kehakiman selama ini menolak melakukan pengusutan terhadap putri mahkota Spanyol tersebut. Karena mereka berasumsi Cristina tidak aktif terlibat dalam bisnis suaminya dan hanya memakai namanya untuk jabatan di jajaran pimpinan.

Namun mantan mitra bisnis Urdangarin menyerahkan e-mail kepada pengadilan, yang menunjukkan bahwa Cristina kemungkinan besar ikut mengambil keputusan dalam perusahaan.

Masih ada hal lain yang sementara ini membuat cemas Raja Spanyol. Harian “El Mundo” baru-baru ini melaporkan, Juan Carlos 20 tahun sebelum kematian ayahnya Juan de Borbón menerima warisan sebesar 375 juta Pesetas (kira-kira 2,4 juta Euro). Partai-partai oposisi kini ingin tahu, apa yang dilakukannya dengan warisan itu dan apakah jumlah itu dikenai pajak secara legal.

Meski demikian pemerintah konservatif yang memiliki suara mayoritas mutlak di parlemen, menunjukkan kurangnya kesediaan untuk meloloskan pembahasan masalah tersebut.