1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kontroversi Proses NSU

Hendra Pasuhuk8 April 2013

Tidak ada media Turki yang mendapat akreditasi dalam proses sel teror neonazi NSU. Seharusnya pengadilan punya sensibilitas lebih besar.

https://p.dw.com/p/18BeK
The courtroom where the trial against German Beate Zschaepe a member of the neo-Nazi group NSU will take place, is pictured in Munich March 15, 2013.
Ruang Pengadilan MünchenFoto: Reuters

Proses terhadap Beate Zschäpe akan dimulai di München pertengahan April. Ia anggota sel teror neonazi yang dinamakan NSU. Kelompok anti orang asing ini selama bertahun-tahun melakukan rangkaian pembunuhan. Korbannya kebanyakan warga Turki. Proses ini mengundang kontroversi di Jerman, karena tidak ada media Turki yang mendapat tempat liputan di ruang pengadilan.

Pengadilan Negeri München tidak punya ruangan besar untuk menggelar sidangnya. Hanya ada 50 tempat duduk yang diberikan kepada media peliput. Karena kasus ini mendapat perhatian besar di dalam dan luar negeri, banyak media yang ingin meliput. Pengadilan München membagikan 50 tempat duduk kepada jurnalis berdasarkan urutan masuknya permohonan akreditasi. Siapa mendaftar lebih dulu, mendapat tempat. Sisanya masuk dalam daftar tunggu.

Ternyata, tidak ada media Turki yang mendapat akreditasi. Kritik keras bermunculan. Pengadilan München menolak kritik dan menyatakan, pembagian tempat sudah dilakukan berdasarkan prosedur yang adil. Pengadilan adalah lembaga independen yang tidak bisa dipengaruhi oleh politik.

Ada media Jerman yang mendapat akreditasi dan ingin memberikan tempatnya kepada media Turki. Tapi pengadilan München menolak tukar tempat seperti itu dan bersikeras, prosedur yang dilakukannya sudah sesuai hukum. Pengadilan juga menolak tayangan lewat monitor ke ruangan lain, dengan alasan hal itu bisa melanggar hukum.

Keputusan pengadilan München memang sudah sesuai dengan aturan hukum. Tapi para hakim di München lupa, bahwa proses ini sejak lama mendapat perhatian internasional. Antara lain karena terjadi banyak kelalaian dalam pengusutannya. NSU bertahun-tahun bisa beroperasi tanpa terlacak oleh aparat keamanan. Jadi, proses NSU memang bukan proses biasa.

Seharusnya, pengadilan lebih sensitif menghadapi isu ini dan memberikan kontingen tempat liputan kepada media Turki. Karena warga Turki berhak mengikuti laporan jalannya persidangan dari tangan pertama. Pengadilan München juga seharusnya menyiapkan diri lebih baik, misalnya sejak dulu mencari ruangan yang lebih besar, dan tidak menunggu ketika waktunya sudah mendesak.

Tidak ada yang meragukan, bahwa para hakim di Jerman bertindak independen. Mereka taat mengikuti aturan hukum. Tapi, menangani proses sel teror neonazi NSU, mereka seharusnya punya sensibilitas.