1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Liancourt Picu Ketegangan antara Tokyo dan Seoul

10 Agustus 2012

Presiden Lee Myung-Bak Jumat (09/08) melakukan kunjungan ke kepulauan yang menjadi sengketa dengan Jepang. Hal ini memicu kemarahan Tokyo yang bereaksi dengan menarik duta besarnya dari Seoul.

https://p.dw.com/p/15nef
Islands called Dokdo in Korea and Takeshima in Japan are seen Friday, Aug. 10, 2012. South Korean President Lee Myung-bak made a surprise visit Friday to the islets at the center of a long-running territorial dispute with Japan, ignoring warnings from Tokyo that it would worsen the neighbors' already strained relations. (Foto:Korea Pool/AP/dapd) KOREA OUT
Batu LiancourtFoto: dapd

Liancourt adalah sekelompok pulau kecil yang dipersengketakan oleh Jepang dan Korea Selatan. Kepulauan itu terletak di Laut Jepang atau yang disebut Laut Timur oleh Korea Selatan Batu Liancourt dikenal dengan nama Takeshima (Pulau Bambu) dalam Bahasa Jepang dan Dokdo (Pulau yang Sepi) dalam Bahasa Korea Selatan. Sebetulnya kepulauan kecil itu dikuasai oleh Seoul tapi Tokyo juga mengklaimnya.

Kepulauan kecil itu terdiri dari dua pulau kecil utama yang tidak berpenghuni dan puluhan karang kecil dan sektor perikanan yang subur di kawasan tersebut.

Jepang dan Korea Selatan sudah sering terlibat sengketa terkait kepemilikan teritorial, yang menimbulkan ketegangan antara kedua negara. Tahun 1905 saat berlangsungnya perang dengan Rusia, Jepang menempatkan Liancourt ke dalam kawasan prefektur Shimane.

Korea Selatan pernah berada di bawah pemerintahan kolonial Jepang antara 1910-1945. Pada tahun 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada pasukan aliansi.

South Korean President Lee Myung-bak, right, talks with police officer Yoon Jang-soo as Lee visits islands called Dokdo in Korea and Takeshima in Japan Friday, Aug. 10, 2012. Lee made a surprise visit Friday to islets at the center of a long-running territorial dispute with Japan, ignoring warnings from Tokyo that it would worsen the neighbors' already strained relations. (Foto:Korea Pool/AP/dapd) KOREA OUT
Presiden Lee Myung-Bak kunjungi Liancourt atau Dokdo (Korea Selatan)Foto: dapd

Korea Selatan kemudian menguasai kepulauan Liancourt pada tahun 1952 dan terus menempatkan garnisun polisi sejak tahun1954. Selain juga membangung menara pengawas dan landasan helikopter.

Tahun 2005, prefektur Shimane mendeklarasikan tanggal 22 Februari sebagai Hari Takeshima. Hal ini memicu protes keras dan demonstrasi di seluruh Korea Selatan.

Jumat (09/08) Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak untuk pertama kalinya mengunjungi kepulauan itu meskipun seruan Jepang untuk membatalkan lawatan tersebut. Ini merupakan kunjungan pertama kalinya seorang presiden Korea Selatan sejak dimulainya sengketa kepulauan Liancourt. Kunjungan Lee ke Liancourt berlangsung beberapa hari menjelang hari kekalahan Jepang dari Perang Dunia 15 Agustus, yang sekaligus mengakhiri 35 tahun penguasaan atas Korea