1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Menjelang Lampu Hijau WTO Untuk Rusia

14 Desember 2011

Pertemuan WTO di Jenewa akan memutuskan keanggotaan Rusia. 18 tahun silam, Rusia untuk pertama kalinya menyatakan keinginan bergabung. Sebulan lalu hambatan terakhir tampaknya sudah teratasi.

https://p.dw.com/p/13Slg
Foto: AP Graphics/DW

Dari organisasi perdagangan dunia, WTO, tampaknya tidak ada lagi pengganjal yang menghalangi masuknya Rusia sebagi anggota. November lalu, Direktur Jendral WTO, Pascal Lamy menegaskan, Rusia sudah memberikan komitmen untuk menyesuaikan peraturannya dengan standar WTO.

Schweiz Wirtschaft Weltwirtschaftsforum in Davos WTO Pascal Lamy
Dirjen WTO Pascal LamyFoto: dapd

Paparnya, “Rusia sudah menegosiasi keanggotaannya sejak 18 tahun, kami tengah menatap akhir dari ronde-ronde perundingan itu. Rusia seperti negara manapun yang ingin menjadi anggota, berkomitmen untuk menyesuaikan standarnya dengan ekonomi pasar terbuka yang dipegang WTO... dan tentunya ini merupakan satu langkah maju menuju ekonomi yang transparan.”

Pun bulan lalu, konflik antara Rusia dan Georgia berhasil diatasi. Pemerintah Georgia kini telah memberi lampu hijau dan menarik veto yang sejak 2008 dijatuhkannya terhadap keanggotaan Rusia dalam WTO. Sebelumnya, pengakuan Rusia terhadap otonomi Ossetia Selatan dan Abkhazia, dua kawasan yang membelot dari Georgia sempat membekukan hubungan. Namun terjadi terobosan, kini Rusia dan Georgia sepakat melakukan kerjasama keamanan, khususnya terkait kedua kawasan yang kembali bergolak.

Russland Georgien Treffen zwischen Michail Saakaschwili Michail Saakaschwili und Dmitri Medwedew
Pertemuan Presiden Georgia, Saakaschwili (kiri) dan Presiden Rusia MedwedewFoto: AP

Ada dugaan melunaknya posisi Georgia terhadap Rusia terkait dengan janji kesepakatan dagang antara Georgia dengan Uni Eropa. Namun hal ini disangkal Georgia. Sementara, Uni Eropa tetap akan mengawasi betul reformasi standar perdagangan Rusia. Pasalnya, meski sejumlah negara Uni Eropa mendukung masuknya Rusia ke dalam WTO, banyak juga negara yang tetap mengritik pajak impor Rusia yang tinggi, serta ketentuan investasinya.

Komisaris Perdagangan Uni Eropa, Karel De Gucht merupakan negosiator utama dalam perundingan dengan Rusia, September lalu. Ketika itu ia tegaskan, "Apabila Uni Eropa diminta menunjukkan fleksibilitas, tentu saja saya bersedia, tapi yang jelas Rusia juga harus memenuhi kewajibannya.“

Karel de Gucht
Karel de GuchtFoto: picture-alliance/dpa

Keanggotaan Rusia di WTO, juga bisa menjadi soal bagi Amerika Serikat. Antara kedua negara itu berlaku kesepakatan yang berasal dari masa perang dingin. Di situ, hubungan dagang kedua negara dikaitkan dengan hak kelompok agama minoritas untuk beremigrasi. Sementara, Kongres AS masih menilai merah rapor hak azasi manusia Rusia, dan karenanya belum tentu mendukung normalisasi perdagangan kedua negara secara tetap, seperti seharusnya andaikata Rusia anggota WTO.

Meski begitu, banyak pihak mengakui, bila Rusia menjadi anggota WTO, bukan hanya negara itu yang akan mengenyam keuntungannya. Melainkan, negara anggota WTO lainnya. Karenanya, keanggotaan Rusia dalam WTO sudah hampir bisa dipastikan. Perundingan WTO tingkat menteri berlangsung dari Kamis hingga Sabtu mendatang (15-17/12) di Jenewa.

rtr/afp/Edith Koesoemawiria
Editor:Hendra Pasuhuk