1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Militer Yaman Serang Al Qaida

26 Desember 2009

Militer Yaman pekan lalu memulai serangan terhadap sejumlah markas dan kamp pelatihan Al Qaida. Organisasi teror itu juga dituduh bertanggungjawab atas penculikan beberapa warga asing Juni lalu.

https://p.dw.com/p/LDia
Peta Yaman dan ibukota SanaaFoto: DW

Di depan parlemen Yaman wakil Menteri Pertahanan Rashad al Alaimi mengatakan Kamis lalu (24/12) bahwa organisasi teror Al Qaida bertanggungjawab atas pembunuhan dua warga Jerman dan seorang warga Korea Selatan enam bulan yang lalu.

Ketiganya diculik orang tak dikenal tanggal 12 Juni lalu di Yaman utara, bersama enam orang lainnya. Penculikan itu dinyatakan sebagai aksi bersama pejuang Al Qaida dan pemberontak Shiah. Tetapi al Alaimi tidak memberikan bukti apapun bagi tuduhannya.

Konteks Serangan

Abdul Al Iryani, komentator politik pada harian "Jemen Post“ mengatakan, pernyataan wakil menteri pertahanan itu harus dilihat dalam konteks serangan udara yang dilancarkan militer Yaman terhadap kamp pelatihan Al Qaida, dengan bantuan dinas rahasia AS. Ia mengatakan, "Al Qaida sangat kuat di Yaman, punya banyak tempat persembunyian dan telah melakukan beberapa serangan. Mereka berusaha mengintimidasi pemerintah dan akan melakukannya lagi."

Jumlah pengikut Al Qaida di Yaman tidak diketahui. Sejak pekan lalu diluncurkan serangan militer. Kamis pagi (24/12) diadakan empat serangan udara terhadap kamp Al Qaida yang berlokasi sekitar 650 km di timur ibukota Sanaa. Lebih dari 30 orang dilaporkan tewas, di antaranya beberapa pimpinan Al Qaida. Tetapi militer tidak memberikan bukti bagi pernyataannya.

Korban Warga Sipil

Pada saat bersamaan aparat keamanan juga mengadakan aksi terhadap tersangka ekstrimis di provinsi lain Yaman. Pekan lalu, angkatan udara Yaman menyerang tempat persembunyian Al Qaida. Ini juga dilakukan dengan dukungan dinas rahasia AS. Akibat serangan itu dilaporkan sejumlah perempuan dan anak-anak juga menjadi korban.

Mengenai itu pengamat politik Abdul Al Iryani berkomentar, "Itu tentunya buruk. Tetapi apa yang disebut militer sebagai kerugian kolateral tidak dapat dihindari. Alasannya, banyak pengikut Al Qaida yang tinggal di kamp-kamp pelatihan bersama keluarga dan anak-anak mereka. Jadi dalam sebuah serangan kematian warga sipil tidak dapat dihindari.

Ia menambahkan, "Pemerintah harus meyakinkan rakyat, bahwa itu memang kamp Al Qaida, yaitu dengan cara mempublikasikan nama-nama orang-orang yang tewas dan yang ditangka. Hanya dengan cara itu rakyat dapat diyakinkan.“

Tindakan Al Qaida

Militer Yaman memburu anggota Al Qaida sejak beberapa pekan lalu. Untuk memerangi jaringan teror itu, pemerintah AS tahun ini telah menyediakan bantuan militer berjumlah 70 juta Dollar bagi Yaman.

Dua warga Jerman yang dibunuh Juni lalu adalah murid sebuah sekolah Al Kitab. Mereka diculik bersama sepasang suami-istri bersama ketiga anak mereka yang juga berasal dari Jerman. Di samping itu, seorang warga Inggris dan perempuan Korea juga disandera. Jenasah kedua perempuan Jerman dan perempuan Korea itu ditemukan beberapa hari setelah diculik di daerah pegunungan di Yaman Utara.

Peter Steffe / Marjory Linardy

Editor: Edith Koesoemawiria