1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

NATO Sepakat Lanjutkan Misi Libya

9 Juni 2011

Dalam pertemuan para menteri pertahanan anggota NATO di Brussel, Belgia, disepakati untuk menolak pengiriman pasukan darat ke Libya. NATO juga menegaskan tekadnya melanjutkan perang melawan Muammar Gaddafi.

https://p.dw.com/p/11XEg
Sekjen NATO Rasmussen (tengah) pada pertemuan menhan NATO di BrusselFoto: picture alliance/dpa

Ke-28 menteri pertahanan negara anggota pakta militer NATO hari Rabu (08/06) melakukan pembicaraan di Brussel, Belgia, mengenai kelanjutan operasi militernya untuk melindungi warga sipil di Libya yang dilaksanakan berdasarkan mandat PBB. Dalam sebuah pernyataan bersama, para menhan NATO mengeluarkan ancaman ke arah Tripoli dengan menegaskan bahwa "NATO siap melanjutkan operasi militer untuk perlindungan warga sipil Libya selama diperlukan."

Para menteri pertahanan NATO juga menyepakati perpanjangan operasi selama 90 hari hingga musim gugur mendatang. Namun tak satu pihak pun saat ini mau mengatakan, kapan operasi itu benar-benar akan berakhir. Mengenai kapan diperkirakan lengsernya rezim Gaddafi di Tripoli, Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, "Kami telah sepakat bahwa sudah tiba waktunya untuk membuat perencanaan pasca konflik. Gaddafi adalah masa lalu. Ini bukan lagi pertanyaan mengenai apakah ia akan pergi, tetapi kapan ia pergi. Mungkin diperlukan beberapa minggu lagi, tetapi mungkin juga besok hari. Dan bila ia pergi, masyarakat internasional harus sudah siap."

Merkel USA-Besuch
Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Barack Obama di WashingtonFoto: dapd

Sarana NATO tersedia

Selanjutnya Rasmussen mengatakan bahwa sarana yang diperlukan untuk melanjutkan misi itu tersedia. Ia juga mengimbau koalisi untuk membagi beban secara merata. Hingga kini, Perancis, Inggris dan AMerika Serikat yang paling banyak terlibat. Seorang juru bicara Rasmussen mengatakan, beberapa anggota NATO telah menjanjikan di Brussel untuk meningkatkan keterlibatannya. Sementara Jerman tetap menolak ikut terlibat secara militer, meski didesak Perancis dan Inggris.

Isu mengenai kemungkinan keterlibatan militer Jerman di Libya juga tidak tercantum dalam agenda kunjungan Kanselir Jerman Angela Merkel di Washington yang dimulai awal pekan ini. Namun Merkel dan Presiden AS Barack Obama setidaknya sepakat bahwa ke depan Jerman akan melibatkan diri di Libya.

Tripolis Gaddafi Libyen Luftangriff NATO
Seorang tentara Libya di lahan Gaddafi di Tripoli yang kena serangan udara NATO (7/6)Foto: picture alliance/dpa

Jerman akan libatkan diri dalam pembangunan pasca Gaddafi

Jerman menyatakan akan melibatkan diri di Libya pasca Gaddafi, jika ia tidak berkuasa lagi. Wakil Menteri Pertahanan Jerman Christian Schmidt mengutarakan di Brussel, bila Gaddafi lengser, operasi militer berakhir dan pembangunan kembali harus mulai dilaksanakan, Jerman akan memberikan kontribusinya.

Sementara itu koalisi militer melanjutkan serangan udara secara besar-besaran di Tripoli, Rabu malam (08/06). Lima serangan dilancarkan sebelum matahari terbit dan empat sesudahnya terhadap pusat-pusat komando, bangunan pemerintah dan instalasi radar di dan sekitar ibukota Libya. Beberapa jam sebelumnya Muammar al Gaddafi dalam pidatonya yang dipancarluaskan televisi pemerintah hari Selasa (07/06), menyatakan bahwa ia akan melakukan perlawanan sampai titik darah terakhirnya.

Christa Saloh/dpa/afp

Editor: Agus Setiawan