1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Negara Euro Tuntut Jaminan Tertulis Dari Yunani

8 November 2011

Perwakilan negara-negara zona Euro, menuntut Yunani yang sedang membahas pembentukan pemerintahan transisi, membuat perjanjian tertulis untuk melaksanakan tindakan penghematan dan sasaran reformasi yang telah disepakati.

https://p.dw.com/p/136ii
Menteri keuangan Yunani, Evangelos Venizelos (ka.) berbicara dengan direktur Bank Sentral Eropa Mario Draghi.Foto: dapd

Dewan menteri keuangan zona Euro menyepakati keputusan tsb dalam sidangnya di Brussel Senin malam (7/11). Ditegaskan, ketua dua partai terpenting di Yunani harus membuat perjanjian tertulis, yang menyatakan akan melaksanakan sasaran yang dicapai dalam KTT Uni Eropa akhir Oktober lalu.

EU Euro Finanzministertreffen in Brüssel
Komisaris mata uang Uni Eropa, Oli Rehn (ki.)Foto: dapd

Komisaris mata uang Uni Eropa, Olli Rehn yang biasanya amat pendiam, juga menunjukkan kejengkelannya atas sikap pemerintahan Yunani di bawah PM Giorgos Papandreou. ”Kami melaksanakan bagian kami. Yunani juga diharapkan melaksanakan bagiannya. Diyakini, saya bukan satu-satunya yang merasakan, bahwa pengumuman sepihak untuk menggelar referendum, melanggar kesepakatan dari tanggal 27 Oktober,“ tegas Rehn.

Politik Gagal

Ketua zona Euro, Jean-Claude Juncker tidak hanya geram atas kudeta kejutan berupa rencana referendum dari Papandreou. Ia juga menuding seluruh politik Yunani mengalami kegagalan, karena mereka memerlukan waktu terlalu lama, untuk mencapai kesepakatan dalam krisis amat berat semacam itu.

EU Euro Finanzministertreffen in Brüssel
Jean-Claude Juncker (ki.) dengan menteri keuangan Jerman, Wolfgang Schäuble.Foto: dapd

Juncker lebih lanjut mengatakan :“Mereka harus tahu, betapa sulitnya menjelaskan kepada warga Jerman, Belanda, Belgia, Austria atau Luxemburg agar menunjukkan solidaritasnya, jika di Yunani sendiri tidak ada kesiapan, untuk secara bersama melakukan analisa situasi dan mencapai konsensus nasional. Saya lega, setelah berbulan-bulan melakukan penjelasan dan usaha pedagogis, kelas politik di Yunani kini memutuskan untuk bekerjasama. Seharusnya itu tercapai beberapa bulan lalu.“

Jika semua berjalan lancar, dan semua partai diwajibkan melakukan program penghematan, Yunani dapat mengharapkan pengucuran paket kredit selanjutnya dari Uni Eropa senilai 8 milyar Euro. Juncker memperhitungkan, pencairannya dapat dilakukan akhir bulan November ini. Akibat sikap tidak jelas dari pemerintahan Papandreou, pemerintah negara zona Euro sejauh ini menahan pencairan kredit tsb.

Cegah Penularan Krisis

Untuk mencegah efek penularan krisis Yunani ke negara-negara pengguna Euro yang lebih besar, yang juga menghadapi krisis utang, seperti Italia dan Spanyol, lembaga payung penyelamat Euro-EFSF juga hendak diperkuat. Para menteri keuangan zona Euro menyepakati, untuk bekerja secara intensif menyusun rinciannya. Dalam tiga minggu mendatang, harus sudah jelas bagaimana caranya, dengan apa yang disebut pengendali kredit, kapasitas pinjaman volumenya dapat dinaikan, dari saat ini sekitar 440 milyar Euro menjadi satu trilyun Euro.

Juga dibicarakan pembentukan yayasan dana khusus, dimana pihak ketiga seperti Cina dapat menanamkan investasinya. Atau juga kombinasi dari kedua opsi. Ketua EFSF, Klaus Regling meyakini, akhir tahun ini sudah dapat ditetapkan hasilnya. “Kedua opsi itu hendak mencapai sasaran, memperluas kemampuan EFSF, tanpa meningkatkan kewajiban jaminan negara Euro“, paparnya.

Laporan media-media Jerman, yang menyebutkan daya intervensi EFSF hendak diperkuat, dengan juga mengerahkan cadangan devisa dan emas nasional, dibantah oleh para pimpinan zona Euro. Juncker menegaskan, baik dalam KTT G-20 maupun dalam sidang para menteri keuangan zona Euro, tema itu sama sekali tidak dibahas.

Christoph Hasselbach/Agus Setiawan,

Editor : Vidi Legowo-Zipperer