1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Negara Industri Sepakati Target Perlindungan Iklim

Henrik Böhme9 Juni 2015

Agenda KTT G-7 amat padat. Hanya ada waktu 26 jam untuk menuntaskan semua masalah di dunia. Yang terpenting adalah sinyal positif bagi perlindungan iklim.

https://p.dw.com/p/1Fdvn
G7 Gipfel Schloss Elmau Teilnehmer Gruppenfoto
Foto: Reuters/C. Hartmann

Tujuh negara industri maju yang tergabung dalam G-7 dalam pernyataan akhir KTT yang digelar di Jerman melontarkan sinyal positif bagi perlindungan iklim. AS, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, Perancis dan Jepang mewajibkan diri untuk mengakiri zamannya bahan bakar fosil pada akhir abad ini. Targetnya, untuk menahan laju pemanasan global pada kisaran dua derajat Celsius.

Target ini sebetulnya sudah disepakati dalam KTT Iklim di Kopenhagen 2009 silam. Namun, gagal dalam penerapannya. Kini, dengan memandang pada KTT Iklim di Paris yang akan digelar Desember mendatang, negara G-7 ingin dengan rekomendasinya, KTT itu mencapai sukses.

Ketujuh negara industri menyatakan akan mengadopsi rekomendasi dari Dewan Iklim Dunia sampai 2060 untuk mereduksi emisi gas rumah kaca antara 40 hingga 70 persen dari tingkat emisi tahun 2010. Tuan rumah kanselir Angela Merkel bahkan menegaskan: "Kami harus bergerak di batasan lebih atas dari rekomendasi itu".

Bagi Merkel memang situasi dalam negeri Jerman amat mendukung. Jika diperlukan, dengan cepat pemerintah Jerman bisa mengeluarkan keputusan untuk mereduksi penggunaan batu bara guna mereduksi emisi karbon. Tapi bagi enam negara lainnya, kendala politik dalam negeri menjadikan penerapan rekomendasi lebih sulit.

Standar sosial global

Sinyal tegas lainnya dilontarkan dalam tema standar sosial yang berlaku global dalam jaringan bisnis global. Merkel menunjuk contoh runtuhnya pabrik garmen dengan buruh berupah rendah Rana Plaza di Bangladesh yang menelan korban jiwa ratusan orang.

G7 juga berniat mendirikan yayasan dana untuk mendorong ditaatinya standar sosial tertentu yang diberi nama Vision-Zero-Funds. Namun banyak yang meragukan bahwa uang seperti yang dijanjikan akan mengalir ke yayasan dana tersebut.

Selain dua tema penting berskala global itu, KTT G-7 di Istana Elmau di Jerman hanya menelurkan rekomendasi terkait masalah yang dihadapi Eropa. Dalam rekomendasi setebal 21 halaman itu, juga disinggung sanksi lebih tegas kepada Rusia terkait politiknya di Ukraina, Penanganan krisis utang di zona mata uang Euro terkait masalah berat Yunani serta arus pengungsi lewat Laut Tengah.

Rekomendasi bersifat tidak mengikat. Namun begitu, para pengamat menyebut, minimal dalam KTT kali ini ada ketegasan mengenai tema perlindungan iklim serta kepedulian bagi pemberantasan kemiskinan global yang tertuang dalam tema standar sosial.