1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pakistan Melunak Setelah Obama Minta Maaf

5 Desember 2011

Sehari setelah pernyataan belasungkawa Presiden Amerika Serikat Barack Obama kepada Presiden Asif Ali Zardari, terkait serangan udara yang menewaskan 24 tentara Pakistan, sikap Islamabad melunak.

https://p.dw.com/p/13NCc
Demo anti Amerika di PakistanFoto: AP

Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani, Senin (05/12), menyatakan tidak akan butuh waktu lama untuk mengembalikan kehangatan hubungan yang hampir membeku sejak serangan udara terakhir 26 November itu. Terkait peristiwa itu, Pakistan membatalkan kehadirannya dalam Konferensi Afghanistan yang berlangsung di Bonn, Jerman.

Normalisasi Hubungan

Di Islamabad Gilani memaparkan, ia tidak menyayangkan ketidakhadirannya karena itu merupakan tuntutan rakyat negaranya. Namun dikatakannya, akan ditemukan cara untuk bekerjasama dengan Amerika Serikat dan masyarakat internasional mengatasi masalah di Afghanistan. ”Kami betul-betul ingin memiliki hubungan baik dengan AS yang berdasarkan sikap saling menghormati dan batasan-batasan yang jelas.”

Menurut analis, pernyataan ini menunjukkan, Pakistan tengah mencari jalan untuk menormalisasi hubungannya dengan AS.

Memenuhi Tuntutan Pakistan

Kantor berita AP juga memberitakan, Amerika Serikat tengah mengosongkan markas udara di Pakistan yang selama ini digunakan sebagai pangkalan pesawat udara tanpa awak yang memburu target-target Taliban dan Al-Qaida.

"Langkah ini diambil untuk memenuhi tuntutan utama pemerintah di Islamabad," begitu ungkap Duta Besar AS Cameron Munter dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal, Washington berusaha keras untuk memenuhi tuntutan Pakistan. Dijanjikannya, Amerika Serikat akan mencoba memenuhi batas waktu pengosongan pangkalan udara Shamsi di provinsi Baluchistan.

Dalam sebuah pembicaraan telepon, hari Minggu (04/12), Presiden Barack Obama menyampaikan belasungkawanya langsung kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Ia juga menegaskan bahwa serangan NATO itu tidak secara sengaja ditujukan pada Pakistan. Dalam pernyataan Gedung Putih disebutkan, peristiwa itu akan diselidiki sampai tuntas.

Pangkalan Shamsi selama ini digunakan sebagai bengkel untuk memeriksa dan merawat pesawat-pesawat tanpa awak yang mengalami kerusakan, pengosongannya diperkirakan tidak akan mengurangi serangan-serangan udara di malam hari.

ap/dpa/rtr/Koesoemawiria
Editor: Andy Budiman