1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

100610 Bundestag Israel Gaza

11 Juni 2010

Parlemen Jerman Bundestag membahas serangan militer Israel terhadap kapal bantuan bagi Gaza beberapa waktu yang lalu. Tidak seperti biasanya, semua partai mewakili satu pendapat.

https://p.dw.com/p/NoFb
Di Istambul, Turki, setiba dari Israel para aktifis di atas kapal bantuan bagi Gaza disambut oleh demonstranFoto: AP

Aksi militer Israel terhadap konvoi kapal bantuan untuk Gaza berlebihan. Begitulah yang diungkapkan seluruh pembicara parlemen Jerman Bundestag. Juga terkait blokade di Jalur Gaza, yang harus dicabut. Anggota parlemen dari fraksi Hijau Kerstin Müller menuturkan, "Israel harus mencabut blokade di Jalur Gaza, karena tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum internasional. Dan untuk kepentingan keamanan Israel sendiri, aksi tersebut adalah kontraproduktif.“

Jan van Aken, wakil ketua fraksi Kiri memperuncing pernyataan Kerstin Müller dengan mengatakan, bahwa pemerintah Israel terpojok sendiri oleh aksi Kamikaze-nya dan semakin terisolasi. Blokade Gaza hanya menambah kegeraman pemberontak ekstremis dan musuh Israel lainnya. Serangan terhadap kapal-kapal itu tidak dapat dibenarkan. Jan van Alken, "ini suatu kejahatan. Merampok kapal di laut lepas, menembaki, melukai dan menculik orang. Insiden tersebut merampas kebebasan manusia serta merupakan kejahatan perang. Di Jerman kami mengaujkan gugatan resmi ke pengadilan.“

Rekan fraksinya Annette Groth juga berada di atas kapal turki Mavi Marmara yang direbut oleh angkatan laut Israel. Groth mengatakan tidak melihat bagaimana sejumlah penumpang kapal dibunuh. Tetapi, ia menyaksikan langsung bagaimana tentara Israel memperlakukan penumpang dengan tidak manusiawi. Annette Groth, "saya melihat, bagaimana korban yang terluka dibawa ke dek dengan menundukkan kepalanya ke bawah. Hal ini bisa berakibat fatal bagi orang-orang yang luka-luka parah. Sejumlah laki-laki tangannya berjam-jam diikat di belakang punggung dengan borgol kabel. Perempuannya hanya ada beberapa yang tangganya juga diikat di belakang punggung dan saya salah satunya. Jika harus pergi ke toilet, kadang diizinkan, kadang juga tidak. Seorang tentara Israel memarahi perempuan Israel keturunan Palestina dengan mengatakan, orang-orang seperti kalian seharunya dibuang ke laut."

Anggota Bundestag fraksi lain bersyukur, Annette Groth dan rekan separtainya Inge Hörger kembali ke Berlin dengan selamat. Namun keikutsertaan mereka dalam konvoi kapal bantuan bagi Gaza tetap dikritik. Oleh Kubu Uni Kristen dan Partai Hijau, mereka dituduh membiarkan dirinya disalahgunakan oleh kelompok Hamas.

Hampir semua pembicara di Bundestag menggarisbawahi hubungan erat Jerman dengan Israel. Dan kewajiban khusus pemerintah Jerman untuk ikut menjaga keamanan Israel. Namun hal itu tidak berarti, Jerman tidak boleh menegur Israel jika melakukan kesalahan.

Bettina Marx / Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk