1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

PBB Khawatirkan Pengungsi Massal Suriah

27 Maret 2012

Badan pengungsi PBB UNHCR memprediksi jumlah puluhan ribu pengungsi asal Suriah yang melarikan diri ke luar perbatasan negaranya akan terus bertambah.

https://p.dw.com/p/14Ska
Foto: Reuters

Pekan lalu saja, jumlah pengungsi Suriah yang melarikan diri melintasi perbatasan negaranya, bertambah hingga 5.000 orang. Jumlahnya kini mencapai 39.000, sementara ratusan ribu pengungsi lainnya tersebar di dalam negeri Suriah. Demikian menurut badan pengungsi PBB, UNHCR.

Jumlah pengungsi diperkirakan akan terus bertambah terkait eskalasi konflik di negara itu. Jumat lalu (23/3), PBB melancarkan kampanye pengumpulan dana untuk bantuan humaniter sebesar 84 juta Dolar AS, yang akan digunakan untuk membantu 100.000 pengungsi dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Dalam dokumen himbauan tersebut, organisasi-organisasi HAM juga harus bersiap menghadapi hingga 205.000 pengungsi. Koordinator PBB bagi pengungsi Suriah, Panos Moumtzis memaparkan, saat ini ada sekitar 100.000 orang yang bersiap melarikan diri ke negara tetangga seperti Turki atau Yordania. "Setiap hari semakin banyak orang yang mencoba melewati perbatasan. Angka ini akan terus bertambah."

Turki ingin dirikan zona "keamanan"

Sekitar 17.000 pengungsi warga Suriah berada di Turki, tersebar di delapan kamp pengungsi yang didirikan di provinsi Hatay dan Gaziantep, wilayah selatan Turki. 47 persen adalah anak-anak dan 19 persen perempuan. Pekan lalu saja, dalam kurun waktu 24 jam, 1.000 warga Suriah dilaporkan melintasi perbatasan ke Turki. Organisasi Bulan Sabit Merah Turki memperingatkan, dalam skenario terburuk, 500.000 pengungsi warga Suriah bisa mencoba memasuki Turki. Kedua negara ini berbagi jalur perbatasan sepanjang 911 kilometer.

Syrien Bürgerkrieg Krieg Panzer Rastan 20.03.2012
Panser perang militer SuriahFoto: AP

Menurut UNHCR, 23.000 orang telah mendapat perlindungan di sana sejak April 2011. Namun, banyak yang telah kembali ke Suriah. Pemerintah Turki berencana memindahkan sebagian besar pengungsi ke "kota kontainer" yang khusus dibangun di provinsi Kilis.

Pertengahan Maret lalu, perdana menteri Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan, Turki mempertimbangkan untuk membangun semacam zona "keamanan" atau "penyangga" sepanjang perbatasannya dengan Suriah. Pemerintah di Ankara telah menuntut semua warga Turki yang tinggal di Suriah untuk segera kembali ke Turki secepat mungkin. Menurut kelompok HAM Human Rights Watch, pasukan Suriah memasang ranjau sepanjang rute yang digunakan pengungsi di dekat perbatasan ke Libanon dan Turki.

Warga lokal turun tangan bantu pengungsi

Sementara di Turki para pengungsi Suriah ditangani langsung oleh pemerintah setempat, di Yordania dan Libanon, mereka dijamu oleh komunitas lokal. Seringnya mereka diijnkan tinggal di rumah para warga. Sejauh ini, warga setempat dan pemerintahan menunjukkan sikap yang dermawan. Namun, koordinator PBB bagi pengungsi Suriah, Moumtzis, yakin gesekan tidak akan terhindarkan. "Setelah sekian lama, sikap ramah tamah akan berakhir."

Syrien Damaskus Bombenanschläge
Serangan bom di DamaskusFoto: SANA

Moumtzis menceritakan nasib keluarga asal Suriah yang menunggu tuan rumah di Libanon selesai menggunakan panci dan peralatan dapur, sebelum bisa memasak makanan mereka sendiri. Sementara, warga Libanon yang membantu para pengungsi mulai mengeluh kepada Moumtzis: "Mereka menggunakan toilet, mereka ikut mandi. Tagihan air kami naik 2,5 kali lipat setelah mereka tiba."

Sebagian dari dana bantuan yang dihimpun UNHCR akan digunakan untuk menjaga hubungan antara penolong dan pengungsi. Supaya pengungsi tidak "menumpang" lebih lama dari yang seharusnya dan tidak mebuat kesal warga lokal karena mendapat perlakuan istimewa. Seperti di Yordania, raja memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para pengungsi, sementara warga lokal harus tetap membayar.

Jumlah pengungsi di luar negeri tidak seberapa jika dibandingkan dengan warga yang harus meninggalkan rumahnya, namun tetap berada di Suriah. Bulan Sabit Merah Suriah memperkirakan ada sekitar 200.000 pengungsi domestik yang tersebar di seluruh wilayah Suriah tanpa tempat tinggal yang jelas.

Vidi Legowo-Zipperer (rtr, ap, dpa, afp)

Editor : Agus Setiawan