1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

PBB Tolak Sidang Darurat Konflik Perbatasan Kosovo

29 Juli 2011

Konflik perbatasan terbaru antara Kosovo dan Serbia masih jauh dari kemungkinan penyelesaian. PBB menolak permohonan Serbia untuk digelarnya sidang darurat terbuka.

https://p.dw.com/p/1262Y
Tank pasukan perdamaian KFOR diposisikan di pintu perbatasan yang dipersengketakan Serbia dan Kosovo.Foto: picture alliance/dpa

PBB menilai situasi dalam konflik perbatasan Kosovo tenang tapi labil. Pengerahan pasukan penjaga perdamaian KFOR dapat sedikit menstabilkan keadaan. Demikian kata wakil sekretaris jenderal PBB yang bertanggung jawab untuk misi pasukan helm biru, Alain La Roy di markas PBB di New York, Kamis (28/7) waktu setempat. Selain itu, terdapat pertanda baik, karena pimpinan kedua pihak yang bertikai sudah menyerukan untuk menahan diri. Tapi La Roy juga mengatakan, situasinya tetap gawat.

Sebelumnya Dewan Keamanan PBB setelah bersidang secara tertutup, menolak permintaan Serbia untuk menggelar sidang darurat dengan debat terbuka hari Jumat (29/7) ini. Argumennya, sebuah silang sengketa terbuka tidak akan dapat menenangkan situasi di lokasi konflik. Seorang diplomat barat mengatakan, sidang reguler DK PBB membahas konflik Kosovo bulan depan, merupakan ajang yang sesuai untuk sebuah perdebatan terbuka.

Di ibukota Kosovo, Pristina, perasaan frustrasi berat amat terasa di kalangan warga mayoritas Albania-Kosovo. Sementara, PM Hashim Thaci juga terus berusaha menunjukan kekuataannya dalam konflik perbatasan itu. Seorang dokter perempuan warga Albania-Kosovo menyatakan, ia merasa dipaksa tunduk oleh minoritas Serbia dan ditelantarkan oleh Eropa : “Situasi di Kosovo saat ini memicu keputusasaan. 12 tahun setelah berakhirnya perang dan tiga tahun setelah kemerdekaan resmi dari Serbia, seharusnya kami tidak lagi dibunuh oleh penjahat Serbia. Di pihak lainnya Uni Eropa tidak mendukung kami seperti seharusnya. Walaupun kebanyakan negara anggota Uni Eropa mengakui kemerdekaan Kosovo, mereka tidak mendukung kami untuk melindungi negara dan agar dapat mempertahankan perbatasan.“

KFOR kuasai pintu perbatasan

Serbien Kosovo Grenze Extremisten Konflikt
Pasukan KFOR terus lancarkan patroli untuk menstabilkan situasi.Foto: picture alliance/dpa

Pasukan pelindung perdamaian KFOR, sejak hari Kamis (28/7) kemarin mengambil alih pengawasan di dua pintu perbatasan di mana sebelumnya terjadi bentrokan berdarah. Pemicu konflik adalah sengketa pelarangan impor barang dari Serbia ke Kosovo sebagai balasan atas boikot serupa yang diterapkan Serbia sejak 2008. Setelah perundingan selama empat jam dengan komandan KFOR, Erhard Bühler yang berasal dari Jerman, pihak Serbia menyatakan hasilnya amat merugikan Serbia. Pimpinan warga minoritas Serbia mengumumkan hari Jumat ini, pihaknya akan memblokade dan melumpuhkan seluruh lalulintas di bagian utara Kosovo. Blokade jalanan menggunakan batang pohon dan batu itu ditujukan kepada serdadu KFOR. Sebelumnya KFOR sudah menegaskan, kawasan perbatasan yang dipersengketakan sebagai zona militer dan akan menembak dengan peluru tajam para penerobos.

Menteri Serbia untuk urusan Kosovo, Goran Bogdanovic mengatakan, KFOR berpihak sepenuhnya kepada Kosovo, dan telah menyatakan di masa depan hendak menyerahkan pengawasan kedua pintu perbatasan di Jarinje dan Brnjak kepada pemerintah di Pristina. Parlemen Serbia akan menggelar sidang darurat di Beograd membahas konflik perbatasan terbaru hari Sabtu besok.

Agus Setiawan/afp/dpa/rtr/dw

Editor : Christa Foerster