1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pengamat OSCE Diculik di Donetsk

28 Mei 2014

Empat pengamat OSCE diculik oleh kelompok separatis pro Rusia di Donetsk. Pasukan Ukraina berhasil menguasai bandara internasional dan memukul mundur pemberontak bersenjata.

https://p.dw.com/p/1C8EP
Foto: picture-alliance/dpa

Sehubungan dengan pertempuran sengit di kawasan Donetsk, Ukraina timur, diplomat Jerman Wolfgang Ischinger mengatakan, OSCE harus meninjau lagi misi pengamatan di Ukraina, karena tidak ada jaminan keamanan. Ischinger memimpin misi monitoring OSCE di negara yang dilanda kekalutan itu. Empat pengamat OSCE menghilang di Donetsk sejak hari Senin.

"Kami tidak tahu mereka persisnya berada dimana. Dari apa yang kami ketahui sampai saat ini, mereka ada di tangan kelompok separatis", kata Ischinger hari Rabu (28/05) kepada televisi Jerman. Salah seorang sandera adalah warganegara Denmark. Pemerintah Denmark membenarkan bahwa seorang warganya disandera di Donetsk.

Beberapa minggu lalu, tujuh pengamat OSCE sempat disandera kelompok separatis selama beberapa hari di Slavyansk dan akhirnya dibebaskan kembali melalui penengahan Rusia.

"Jika situasi keamanan seperti itu dan membahayakan jiwa anggota kami, maka kami harus mempertimbangkan untuk menghentikan misi ini", kata Ischinger.

Situasi perang

Presiden terpilih Ukraina, Petro Poroshenko menerangkan di Kiev, militer tetap akan melanjutkan operasi anti terror di kawasan timur.

"Kita berada dalam situasi perang di timur. Krimea sudah dikuasai oleh Rusia, dan terjadi destabilisasi besar-besaran. Kami harus bereaksi", kata Poroshenko kepada media.

Ia selanjutnya menegaskan: "Kami tidak akan membiarkan lebih lama lagi para teroris melakukan penculikan dan membunuh warga, menduduki gedung pemerintahan dan mengabaikan hukum. Perang sedang dikobarkan terhadap negeri ini."

Kelompok bersenjata menyerbu bandara internasional di Donetsk hari Senin lalu. Pasukan pemerintah lalu dikerahkan dengan pesawat dan helikopter tempur dan berhasil merebut kembali bandara itu. Sekitar 40 anggota separatis dilaporkan tewas dan puluhan luka-luka. Tidak ada laporan tentang korban dari pihak pemerintah.

Para pejabat lokal mengatakan, 14 sekolah dan dua rumah sakit di sekitar bandara ditutup dan dievakuasi. Sementara stasiun utama di kota Donetsk dan toko-toko di sekitarnya masih ditutup.

Diplomasi tingkat tinggi

Kalangan diplomat berharap, pembicaraan tingkat tinggi bisa dilakukan dengan pimpinan Rusia Vladimir Putin, disela-sela peringatan 70 tahun D-Day, yaitu pendaratan pasukan sekutu di Normandy, Perancis, pada 6 Juni mendatang.

Presiden Perancis Francois Hollande mengundang Putin untuk hadir dalam perayaan memperingati kemenangan sekutu atas Nazi Jerman itu. Hollande mengatakan, ia yakin Putin sekarang akan mengakui hasil pemilu di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya menerangkan, Rusia akan "menghormati pilihan rakyat Ukraina". Namun Rusia menuntut agar pemerintah Ukraina menghentikan operasi militer di kawasan timur.

hp/ab (afp, rtr, dpa)