1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Larangan Plastik Sekali Pakai Selamatkan Keragaman Hayati

5 Juni 2018

Tidak boleh ada lagi sampah plastik di pantai. Toko-toko dilarang gunakan kemasan plastik. Inilah langkah radikal kota Cornwall memerangi sampah plastik yang cemari dan musnahkan biodiversitas lautan.

https://p.dw.com/p/2ywR8
Symbolbild Verschmutzung der Meere
Sampah plastik mencemari lautan dan musnahkan keragaman hayatiFoto: Fotolia/sablin

Pantai terjal di Cornwall, Inggris.  Pemandangan bak dalam mimpi, indah dan romantis. Posisi geografisnya yang terbuka di ujung paling barat Inggris, menjadi daya tarik sekaligus titik lemah Cornwall. Arus laut dan angin membawa banyakSampah Plastik ke pantai ini, jauh lebih banyak dibanding ke bagian lain pulau.

Rachel Yates (43) selalu membawa ember jika datang ke pantai Penzance. Sejak anak-anak ia kerap bermain di sini. Ia mengamati, bagaimana tiap tahun sampah makin menumpuk di sini."Ini membuat saya geram. Seperti simptoma yang dialami komunitas beberapa tahun terakhir. Ketidak pedulian komunitas dalam konsumsi dan gaya hidup", ujar aktivis lingkungan ini.

Rachel terlibat perang. Sendirian melawan sampah plastik dan sikap tidak peduli. Ia membangunkan kota kelahirannya Penzance dari tidur lelapnya. Ia meminta toko-toko menyingkirkanAlat Makan Plastik Sekali Pakai.  Yang mengejutkan, semua toko menuruti imbauan itu dengan berbagai cara.

Peralatan ramah lingkungan

Sedotan plastik diganti sedotan kertas. Garpu plastik diganti garpu kayu. Cangkir yang bisa dijadikan kompos, pengganti cangkir plastik. Terbentuk sebuah gerakan perlawanan. sejauh ini sudah 30 toko ikut serta. Dengan bangga pemilik toko memasang stiker "bebas plastik". Rachel menginspeksi toko demi toko. Toko wine ini ingin ikut serta. Untuk itu harus memenuhi semua kriteria.

"Ya, tidak ada sedotan plastik lagi. Tidak lagi menggunakan botol plastik. Semua sudah hilang.", ujar pemilik toko wine. Toko wine tersebut lulus uji petik, dan boleh menyebut tokonya bebas plastik. Walau botol plastik dan kemasan ini belum hilang.

Aktivis lingkungan Rachel Yates menegaskan: "Tidak berarti tokonya komplit bebas plastik. Utamanya, toko tidak lagi memakai barang-barang plastik sekali pakai. Kita harus menerima realita, plastik tidak mudah dilenyapkan dari keseharian kita."

Terutama rantai toko besar sejauh ini tidak benar-benar berminat melindungi lingkungan. Toko tetap memberikan Kantong Plastik gratis. Sebuah duri dalam daging bagi dewan kota. Ia kini ikut berjuang di garis terdepan. Membela kota kecilnya dari serbuan sampah Inggris. Ini jadi kepala berita positif dan bagus untuk turisme.

Aksi Didukung Dewan Kota dan peselancar

Simon Reed, anggota dewan kota  Penzance juga jengkel. Ia mengatakan: "Jika turis berjalan di sepanjang pantai, mereka melihat banyak sampah plastik. Banyak turis dari Jerman dan Belanda datang ke sini, dan mengharap melihat pantai yang bersih."

Berkat dukungan dewan kotanya, Penzance kini menyandang titel, kota resmi pertama yang bebas plastik di Inggris. Sebuah perhimpunan yang dulu didirikan pecinta selancar, menggagas pemberian penghargaan ini.

Sejak lama para peselancar di Cornwall berjuang untukLingkungan  . Cukup lama kekhawatiran mereka tidak digubris. Kini situasi berubah drastis. Peselancar kini punya lebih banyak waktu untuk hobbynya. Aksi yang mereka gagas, memicu gelombang, kini 150 komunitas pantai berusaha agar juga meraih sertifikat itu.

David Smith dari prakarsa "Surfers Against Sewage" mengatakan: "Saya pikir, kita sekarang ada pada satu titik, dimana kita memahami apa yang harus dikerjakan. Sekarang kami harus meyakinkan pemerintah, untuk membuat aturan lebih ketat, misalnya membuat aturan jaminan botol plastik, yang dituntut semua orang."

Selama ini terutama haluan dann undang-undang Uni Eropa yang mengatur standar minimal pelindungan lingkungan di pulau itu. Kini, setelah Brexit, alias hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, pemerintah Inggris ingin mengikuti tren hijau dan menjanjikan standar lingkungan lebih baik.

as/vvlz(DW Inovator)