1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Perayaan Paskah di Roma

24 April 2011

Di Roma Sri Benediktus XVI. memimpin perayaan misa Paskah di lapangan Santo Petrus. Di akhir misa ia menyampaikan pesan dan memberikan berkat Paskah "Urbi et orbi".

https://p.dw.com/p/113H1
Sri Paus Benediktus XVI. di lapangan Santo Petrus, Vatikan, menyampaikan berkat Paskah "Urbi et orbi"Foto: dapd


Puluhan ribu umat dari seluruh dunia berkumpul di antara deretan pilar-pilar Bernini di lapangan Santo Petrus mengikuti misa Paskah, perayaan terpenting umat Kristen.

Di akhir khotbah Paskah Sri Paus menyerukan agar dicapai solusi damai dalam konflik di Libya. „Diplomasi dan dialog seharusnya menggantikan senjata", tutur pemimpin tertinggi gereja Katolik itu. Lebih lanjut ia juga menuntut agar seluruh umat bersolidarisasi dengan pengungsi dari Afrika.

Pengampunan Denda Dosa

Puncak upacara perayaan Paskah adalah penyampaian berkat Paskah "Urbi et Orbi" atau „kepada kota (Roma) dan kepada dunia„ dalam 65 bahasa. Gereja Katolik mulai melaksanakan pemberkatan ini di abad ke-13 sebagai ritual perayaan Paskah. Bagi umat Katolik pemberkatan tersebut berkaitan erat dengan pengampunan denda dosa.

Lilin Paskah

Pada malam menjelang hari Minggu Paskah di Katedral Santo Petrus, Paus memimpin perayaan menyambut Paskah. Di ruang depan katedral lilin Paskah dinyalakan dan dibawa ke Basilika. Lilin tersebut melambangkan kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Pada Jumat Agung Paus mendoakan prosesi Jalan Salib, perjalanan ketika Yesus diperintah memikul salib hingga Bukit Golgota, di mana ia dijatuhi hukuman.

Umat Kristen Rayakan Paskah di Yerusalem

Umat dari seluruh dunia juga berkumpul merayakan Paskah di Gereja Makam Kudus di tanah suci Yerusalem. Patriark Latin Fouad Twal memimpin perayaan tradisional Paskah di Gereja Makam Kudus. Gereja ini merupakan tempat tersuci seluruh umat Kristen. Menurut keyakinan Kristen, tempat itu adalah tempat Yesus disalibkan dan bangkit kembali dari antara orang mati.

Ursula Kissel/Andriani Nangoy
Editor: Christa Saloh-Foerster