1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Persaingan Ketat Uber vs GoJek

5 Oktober 2015

Dua modus transportasi baru bersaing ketat di metropolitan Jakarta. Uber dan GoJek menggoyang strategi perusahaan-perusahaan lama yang sudah ada puluhan tahun.

https://p.dw.com/p/1Giiz
Indonesien Stau in Jakarta
Foto: DW/H. Pasuhuk

Bagi Taksi Uber yang berhasil membahana di metropolitan Amerika dan Eropa, pasar Asia bukan medan yang mudah. Persaingan bisnis transportasi umum sangat ketat. Kebanyakan lahan bisnis dikuasai pemain domestik yang sudah lama beroperasi. Tapi persaingan paling keras justru muncul dari bisnis gaya baru: GoJek.

"Ojek" adalah jasa transportasi yang sudah ada dan hampir bisa disebut tradisional di Indonesia. GoJek menambahkan satu dimensi baru: pelayanan prima. Para pengemudi GoJek mendapat seragam dan mendapat pelatihan khusus untuk berhadapan dengan pelanggan. Dengan aplikasi khusus untuk smartphone, GoJek memberi berbagai kemudahan bagi pelanggan, tanpa perlu berlama-lama negosiasi tarif dengan pengemudi. Selain itu, GoJek menuntut pengemudinya tampil rapih, dan menyediakan helm motor yang bersih dan wangi.

Uber Taxi App Symbolbild
Foto: picture alliance/maxppp

Lebih mudah, lebih murah

Direktur Utama GoJek Sheran Gunasekera menerangkan, perusahaannya punya kelebihan dibanding Taksi Uber, karena bisa melakukan pembayaran elektronik melalui fasilitas mobile wallet electronic payment. Ini dilakukan, karena penggunaan kartu kredit belum begitu umum.

Kondisi lalu lintas Jakarta yang selalu macet, membuat GoJek menjadi pilihan utama bagi mereka yang mengejar waktu. Apalagi, pelayanganan GoJek dengan motor jauh lebih murah daripada biaya taksi.

Megacity Jakarta
Foto: AP

Lain negara, lain cara

Di Singapura, situasinya berbeda. Sebab pengaturan lalu lintas di metropolitan ini jauh lebih teratur dibanding Jakarta. Apalagi, pemerintah Singapura membatasi jumlah mobil yang ada di satu ruas jalan.

Untuk pasar Singapura, Taksi Uber terpaksa membeli mobil-mobil bekas, untuk kemudian menyewakannya kepada pengemudi yang ingin masuk jaringan bisnisnya. Jadi, perusahaan ini terjun juga ke bisnis penyewaan mobil atau car rental.

Indonesien Land und Leute Taxifahrer vor Tankstelle in Jakarta
Foto: AP

Adrian Lee, pendiri situs penyewaan mobil cars.sg mengatakan, tiga bulan lalu, Uber sudah punya 300 kendaraan yang disewakan. Jumlah izu bisa bertambah dengan cepat. Dalam dua atau tiga tahun mendatang, kata Adrian Lee, Uber bisa menjadi perusahaan car rental Uber yang dinamakan Lion City Rentals bisa menjadi perusahaan penyewaan mobil terbesar di Singapura.

hp (rtr)