1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Polisi Perketat Keamanan di Bali

23 Agustus 2016

Pihak keamanan memperketat keamanan di Bali, sehubungan dengan dugaan rencana teror kelompok militan. Sebelumnya, beberapa orang yang diduga terkait rencana tersebut sudah ditangkap.

https://p.dw.com/p/1Jmoj
Foto: picture-alliance/dpa/M. Irham

Polisi minggu yang lalu menangkap beberapa orang di Sumatera dan Jawa yang diduga anggota kelompok militan dan sedang merencanakan serangan teror, antara lain ke pulau wisata Bali.

Kepolisian Indonesia sedang menyelidiki rencana kelompok militan melakukan serangan teror bom di Bali, setelah beberapa anggota militan ditangkap di Lampung minggu lalu. Media lokal memberitakan, polisi menemukan bom dan "bahan-bahan dengan daya ledak tinggi " di sebuah rumah di Lampung. "Kelompok mereka akan melakukan kegiatan amaliyah dan aksi di Bali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/08).

Polisi menangkap Dwi Atmoko hari Senin (15/8) di sebuah warnet di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Dia diduga anggota jaringan yang dipimpin oleh Bahrun Naim. Dwi Atmoko dan Bahrun Naim dituduh merencanakan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo beberapa waktu lalu, yang dilakukan oleh anggota jaringan Nur Rohman. Serangan itu mencederai seorang anggota kepolsian.

Bersama Bahrun, Dwi diketahui merencanakan bom bunuh diri yang dieksekusi oleh Nur Rohman di Mapolresta Surakarta, beberapa waktu lalu. Dwi diketahui dana dari tersangka lain, Munir Kartono, untuk membawa bahan peledak yang digunakan dalam bom bunuh diri di Surakarta. "Bahan peledak ini dibawa dari Lampung ke Surakarta," kata Agus Rianto.

Polisi minggu lalu menangkap dua tersangka teroris lain anggota jaringan Bahrun Naim. Hari Senin (15/8), polisi menangkap tersangka Asep alias Asep Bordir di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Lalu hari Rabu (17/8), satuan antiteror Densus 88 menangkap seorang tersangka lainnya bernama Munir Kartono di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Ketiga orang yang ditangkap dituduh terkait dengan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo. Mereka juga dioduga sedang menyiapkan serangan teror ke Bali.

Kepala Satuan Antiteror Densus 88 Inspektur Jenderal Polisi Eddy Hartono, membenarkan penangkapan-penangkapan itu dan menyatakan polisi sedang menyelidiki plot serangan bom ke Bali. "Itu baru rencana", katanya kepada kantor berita Reuters. Aparat keamanan di Indonesia meningkatkan penjagaan keamanan sehubungan dengan terbingkarnya jaringan sel teror di beberapa tempat dan terbunuhnya gembong teroris paling dicari, Santoso di hutan Poso beberapa waktu lalu.

Bulan Januari lalu, Jakarta mengalami aksi serangan bom dan penembakan beruntun di sekitar jalan protokol Jalan Thamrin di pusat kota. Delapan orang tewas dalam serangan itu, termasuk para penyerang.

hp/ap (rtr, lampung online)