1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Terorisme

Polri Prioritaskan Terorisme di 2017

29 Desember 2016

Kepolisian RI masih akan memprioritaskan penanggulangan tindak terorisme dalam agenda keamanan 2017. Untuk itu mabes di Trunojoyo mendapat kenaikan anggaran sebesar 16% menjadi Rp. 84 triliun.

https://p.dw.com/p/2UzRN
Indonesien Platina
Unit anti terorisme kepolisian, Densus 88Foto: picture-alliance/ANN

Kepolisian Indonesia masih menempatkan penanggulangan tindak terorisme sebagai prioritas teratas agenda keamanan tahun 2017. Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian RI Jendral Tito Karnavian kepada media di Jakarta, Rabu (28/12)

Tindak terorisme di Indonesia mengalami peningkatan pada 2016 menjadi 170 kasus, dari sebelumnya 82 kasus pada 2015. Kendati demikian Tito mengklaim pihaknya telah cukup baik menangkal ancaman teror seperti penangkapan sejumlah tersangka teroris menjelang Natal dan tahun baru. "Kenapa 2015 lebih rendah? Karena ISIS strateginya memperkuat di Suriah, setelah itu baru ekspansi wilayah secara perlahan," kata Tito seperti dilansir Liputan 6.

Dari 170 kasus teror, polisi masih menyidik keterlibatan 55 orang. Sementara 36 tersangka lain sedang dalam tahap persidangan dan 40 sudah divonis oleh pengadilan. Polisi juga mengembalikan enam tersangka ke keluarga dan menembak mati 33 terduga teroris saat penggerebekan. Sementara dari pihak polisi, 11 aparat tercatat mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

Infografik Karte IS Terroranschläge weltweitet Englisch

Polisi saat ini aktif mengawasi penduduk Indonesia yang kembali dari Suriah. Mereka dikhawatirkan telah terpapar ideologi radikal dan menjalin hubungan dengan kelompok teror Islamic State. Untuk itu Indonesia akan bekerjasama dengan Singapura, Malaysia dan Turki.

"Prioritas kami adalah memonitoring mereka yang pulang ke Indonesia. Jika mereka telah bergabung dengan ISIS, kami akan menempatkan status mereka sebagai tersangka," kata Tito.

Untuk tahun depan Kepolisian RI mendapat jatah anggaran sebesar 84 triliun Rupiah, naik sebesar 16,2% dari tahun 2016. Dari jumlah tersebut Polri menempatkan 43 triliun Rupiah sebagai anggaran belanja modal untuk meningkatkan kinerja aparat keamanan. Tito juga berencana membangun sistem telepon darurat, bank data nasional dan memperbaiki infrastruktur kepolisian di daerah-daerah.

rzn/ap (JP, Tempo, Liputan6, Antara)