1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jemen Präsident

Edith Koesoemawiria23 Januari 2012

Mantan Presiden Ali Abdallah Saleh meminta maaf kepada rakyat atas semua kesalahannya selama 33 tahun masa jabatan. Meski begitu, demonstran menuntut agar ia diadili.

https://p.dw.com/p/13oE7
Foto: AP

Negara yang ia tuju adalah Amerika Serikat, setelah meninggalkan tanah airnya melalui Oman, hari Minggu (22/1). Begitu diterangkan jurubicara dari mantan Presiden Ali Abdallah Saleh, Senin malam di Sanaa, ibukota Yaman. Disebutkan , bahwa Saleh sebelumnya mengumpulkan orang-orang dekatnya, baik dari kalangan politik, militer dan intelijen.

Dalam pertemuan itu, ia mengumumkan penyerahan kekuasaannya kepada Abed Rabbo Mansur Hadi, wakil Presiden Yaman. Setelahnya, iapun menyatakan akan berangkat hari itu juga dan mohon pamit.

Minta Maaf

Kepada rakyatnya, Saleh mengutarakan „sampai jumpa!“ Begitu kutipan kantor berita Yaman dari pidatonya di depan partai pada hari Minggu siang. Selain mengumumkan kepergiannya, ia mengatakan: “Saya mohon kepada rakyat, Perempuan dan Lelaki, untuk memaafkan semua kesalahan yang saya perbuat selama 33 tahun masa jabatan.“

Marsch der Demonstranten zum jemenitischen Hauptstadt Sanaa
Demonstran menuju ibukota YamanFoto: picture alliance/Photoshot

Para pengiritik pemerintah di Yaman sudah hampir setahun menuntut mundurnya Saleh, tersulut pergolakan di Tunisia, Mesir dan Libya. Tapi posisi Saleh lebih kokoh, dengan dukungan besar dari Arab Saudi dan para penguasa Teluk lainnya. Meski begitu, akhirnya merekapun mendesak Saleh untuk meletakkan jabatan, guna menghindari meluasnya dan meruncingnya aksi protes di kawasan itu. Merekapun berandil dalam kesepakatan yang memungkinkan penyerahan kekeuasaan secara bertahap.

Hapus Imunitas

Sebagai imbalan, Saleh dijanjikan imunitas penuh bila mundur. Hal ini, serta penyerahan kekuasaan kepada Wakil Presiden Yaman sampai terlaksananya pemilihan Presiden diamini oleh parlemen akhir pekan lalu (21-22/1). Pemilihan Presiden Yaman baru rencananya akan digelar Februar mendatang.

Proteste gegen die Regierung im Jemen
Protes anti pemerintah YamanFoto: dapd

Kelompok oposisi dan hak azasi manusia mengritik kesepakatan itu dan menuntut agar Saleh bertanggung jawab atas tewasnya demonstran dalam aksi-aksi unjuk rasa sebelumnya. Beberapa hari terakhir ini, puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut agar ia diadili. Mereka membawa poster dan berteriak „Mati bagi si Pembunuh“ dan „Hapus Imunitas“.

Mitra Setia Amerika

Namun saat itupun sudah jelas, bahwa Saleh akan meninggalkan Yaman. Salah seorang putranya sudah berada di Oman beberapa hari sebelumnya untuk menyiapkan kedatangan ayahnya.

El Kaida im Jemen im Visier der US-Militärs
Memerangi Al Qaida di YamanFoto: picture alliance / dpa

Dari Oman, Saleh akan melanjutkan perjalanannya ke Amerika Serikat, untuk pengobatan atas stroke yang pernah dialaminya. Pemerintah AS menyambutnya sebagai mitra yang setia dalam perang melawan teror.

Björn Blaschke/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk