1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Radiasi di Fukushima Sepuluh Juta Kali Lipat

26 Maret 2011

Jepang melaporkan tingkat radioaktivitas tinggi dalam air reaktor Fukushima, mencapai sepuluh juta kali lipat batas normal. Para pekerja reaktor kembali dievakuasi dan menunda upaya pengendalian reaktor yang rusak.

https://p.dw.com/p/10i1l
Kompleks PLTN FukushimaFoto: AP

Hal yang dikhawatirkan terjadi juga. Nilai radioaktivitas di dalam reaktor Fukushima Daiichi melonjak drastis. Hari Minggu (27/03), pengelola reaktor Tepco melaporkan tingkat radiasi di dalam unit reaktor dua mencapai sepuluh juta kali lipat dari batas normal.

Seperti yang dilaporkan kantor berita Jiji, Tepco mengemukakan bahwa tingkat radioaktivitas tinggi ditemukan ketika mengukur air yang berada di dalam gedung turbin blok reaktor. Ruang turbin itu terhubung langsung dengan blok reaktor. Di dalamnya terdapat generator listrik yang rotornya diputar oleh uap air dalam reaktor.

Sementara itu dosis tinggi radiasi juga ditemukan di udara. Jurubicara Tepco Takashi Kurita menyatakan bahwa dosis radiasi di udara kompleks reaktor Fukushima Daiichi mencapai seribu milisieverts per jam atau empat kali lipat batas normal yaitu 250 milisievert yang ditetapkan aman oleh pemerintah.

Tak lama sebelumnya badan pengawas keamanan reaktor Jepang NISA melaporkan bahwa terdapat konsentrasi tinggi isotop yodium 134 di dalam air di unit reaktor dua. Dikatakannya, hal tersebut dapat memicu kerusakan inti reaktor. Menurut keterangan sebelumnya, dalam unit reaktor dua tergenang air setinggi dua meter. Menurut jurubicara pemerintah Yukio Edano, air tercemar itu berasal dari salah satu inti reaktor.

Radiasi di perairan Jepang pun dilaporkan meningkat. Minggu (27/03), dilaporkan tingkat radiasi di perairan sekitar Fukushima mencapai 1850 kali lipat dari batas normal. Pengukuran sebelumnya di sekitar Fukushima menunjukkan terdapat kadar isotop yodium 131 yang terlalu tinggi atau 1250 kali lipat batas normal. Banyak pengamat menyimpulkan bahwa konsentrasi bahan radioaktif dalam air laut bisa segera menurun, sehingga tidak mengancam keselamatan manusia dan lingkungan.

Pemerintah Nyatakan Aman Makanan Laut Jepang

Meski pemerintah Jepang sudah menyodorkan jaminan, hal itu tak menutup kecemasan internasional akan ekspor makanan laut dari Jepang. Sebelumnya beberapa negara telah menghentikan impor susu dan produk makanan dari kawasan yang terletak di sekitar PLTN Fukushima Daiichi. Sementara negara-negara lain mengamati seksama makanan laut dari Jepang.

Kamis lalu, tiga teknisi dilarikan ke rumah sakit setelah terkena radiasi. Muncul kecemasan bahwa lantai bejana inti nuklir mengalami kerusakan.

Dalam sebuah konferensi pers hari Minggu (27/03), pejabat perusahaan energi TEPCO mengungkapkan TEPCO memilih menggunakan air tawar ketimbang air laut untuk mendinginkan beberapa reaktor nuklir, setelah muncul kecemasan bahwa simpanan garam merintangi usaha untuk proses pendinginan.

Kondisi Sementara Reaktor Cukup Stabil

Kini dua reaktor di PLTN itu terlihat cukup aman, namun empat lainnya masih belum mengalami kejelasan, dimana terkadang masih berasap. Namun badan keamanan atom, Sabtu (26/03) menyatakan suhu dan tekanan di semua reaktor telah stabil.

Walaupun banyak kabar buruk dari instalasi nuklir Fukushima I, pemerintah memutuskan untuk tidak memperbesar zona evakuasi saat ini, yaitu 20 km. Dalam jarak antara 20 dan 30 km dari PLTN itu, sekitar 10.000 warga masih berdiam di rumah mereka.

Ancaman bencana nuklir yang terjadi Jepang, mengundang perhatian cukup besar di Jerman. Sabtu (26/03), di beberapa kota, sejumlah besar anggota masyarakat ambil bagian dalam demonstrasi menentang pembangkit listrik tenaga nuklir. Aksi unjuk rasa dengan sekitar 250 ribu orang digelar serentak di Berlin, Hamburg, Köln, dan München.

Ayu Purwaningsih/rtr/afp/dw/LS

Editor : Marjory Linardy