1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Retribusi Pasar Keuangan Gagal Disepakati

27 Juni 2010

Menyusul KTT G-8, dibuka KTT G-20. Dalam KTT G-8 tidak dicapai kesepakatan mengenai pajak pasar keuangan. Obama dan Merkel kembali rukun.

https://p.dw.com/p/O49h
Foto: AP

Pada hari kedua dan penutupan KTT G-8, tidak semua hal yang diperdebatkan bisa berakhir dengan kesepakatan. Antara Jerman dan Amerika Serikat masih terdapat silang pendapat mengenai bagaimana menangani pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Namun setidaknya Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden AS Barack Obama bisa menemukan jalan tengahnya. Yaitu, tindakan dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi negara masing-masing. Kanselir Jerman mengatakan, dia mendapatkan banyak dukungan. "Termasuk keuangan yang kokoh, bahwa kita tidak boleh menjadi beban masa depan dan kita harus mengurangi defisit." Baginya, KTT G-8 merupakan keberhasilan besar.

Retribusi Pasar Keuangan Gagal Disepakati

Salah satu ide kanselir Jerman yang ditolak dalam KTT G-8 adalah retribusi terhadap setiap transaksi keuangan. Walau pun ide tersebut didukung negara anggota Uni Eropa, banyak juga negara yang menolaknya. Negara tuan rumah Kanada, negara ambang industri seperti Brazil dan Cina termasuk negara-negara yang menolak ide Merkel. Sebaliknya, ide lain kanselir Jerman secara mengejutkan mendapatkan banyak dukungan, yaitu retribusi perbankan. Obama ternyata juga ingin agar perbankan ikut andil menanggung akibat krisis.

Organisasi non pemerintah Oxfam yang diwakili Jörn Kalinski sangat menyesalkan tidak diterapkannya pajak transaksi. Menurut Kalinski, dalam dua pertemuan puncak yang digelar secara bersamaan sangat jarang ditemukan peluang diperdebatkannya krisis keuangan secara "tatap muka". Logisnya, mereka yang menyebabkan krisis harus membayar biaya kerusakan yang diakibatkannya. "Hal penting adalah dengan retribusi dan pajak agar dana dapat mengalir ke kas. Dengan begitu, negara-negara dapat memegang janjinya seperti mengenai bantuan pembangunan dan mereka juga dapat kembali bertindak."

G-8 Tidak Menepati Janjinya

G-8 sendiri juga mengakui bahwa janjinya mengenai bantuan pembangunan tidak dapat ditepati. Hal tersebut sebelumnya sudah dikritik oleh sejumlah pengamat. Dalam laporannya, G-8 mengakui bahwa mereka belum melaksanakan janjinya. Menurut Jörn Kalinski dari Oxfam, itu merupakan kekecewaan besar.

Kanselir Jerman tentu tidak ingin berdiam diri. Ia mengatakannya dalam pertemuan dengan perwakilan negara-negara Afrika, yang sejak beberapa tahun lalu selalu duduk bersama di meja perundingan G-8. Negara-negara Afrika itu mengungkapkan bahwa saat ini secara struktural, kerja sama sudah dilakukan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan pemimpin Uni Afrika, yaitu Presiden Malawi, Bingu wa Mutharika. Ia menyebutkan adanya perubahan paradigma dalam hubungan kerja sama.

Reformasi Keuangan Setengah Jalan

Tema-tema yang dibicarakan dalam KTT G-20 adalah mengatasi dampak krisis keuangan global dan menemukan cara pencegahan situasi serupa di masa depan. Selain itu, topik lain yang diangkat adalah mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang komprehensif dan berkesinambungan.

Menurut perkiraan Kanselir Jerman Angela Merkel, reformasi keuangan sudah berada setengah jalan. "Kita sudah berhasil melewati beberapa hal. Namun untuk bisa menyelesaikan penyusunan arsitektur pasar keuangan, masih banyak hal yang harus dilakukan."

Bagaimana langkah ini akan dilaksanakan, presiden AS melaporkan beberapa hal yang patut dibanggakannya. Karena ia berhasil menggolkan reformasi pasar keuangan di negaranya, ia mendesak agar Eropa melakukan hal yang sama. Namun bagi Uni Eropa masih sulit dicapai kesepakatan mengenai pelaksanaan peraturan yang terpadu. Tapi dunia tidak perlu mengkhawatirkan adanya sengketa baru.

Henrik Böhme/Luky Setyarini

Editor: Rizki Nugraha