1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Masih Banyak Yang Harus Diteliti

7 Juli 2014

Badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat FDA (U.S. Food and Drug Administration) mengeluarkan dana 270 juta Dolar AS untuk penelitian rokok elektronik. Antara lain apakah membuat orang tambah ketagihan.

https://p.dw.com/p/1CWpj
Foto: picture-alliance/dpa

Sebuah tim peneliti yang menguji risiko rokok elektronik, menghitung hisapan rokok yang dilakukan sukarelawan. Tim lainnya meneliti Facebook dengan mencari posting yang membahas bagaimana cara orang "menggunakan" rokok elektronik, agar alat itu memberikan kadar nikotin lebih banyak. Tim ketiga membuat toko virtual bagi peminat berusia 13-17 tahun, dan meneliti apakah tampilan rokok dan promosi harga mempengaruhi ketertarikan remaja.

Badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat FDA (U.S. Food and Drug Administration) mengeluarkan dana 270 juta Dolar AS untuk penelitian ini dan 45 proyek penelitian lainnya, untuk menentukan risiko rokok elektronik, sebelum lebih banyak warga AS lainnya menggunakannya. Badan pemerintah tersebut mendesak agar penelitian segera dilakukan, demikian dikatakan Dr. Suchitra Krishnan-Sarin dari Universitas Yale, yang memimpin proyek, sementara hasil akhir baru akan ada sekitar empat atau lima tahun lagi.

Penelitian tidak mudah

Walaupun ada desakan pemerintah, hasil akhir penelitian kemungkinan baru ada tahun 2018, demikian dikatakan para peneliti. Penetapan jadwal, yang sebelumnya tidak pernah diberitakan, menunjukkan bahwa pelannya langkah ilmu pengetahuan memberikan peluang bagi produsen rokok elektronik memasarkan produknya tanpa halangan apapun.

Yang jelas, penelitian rokok elektronik yang tidak dibiayai FDA juga aktif, dan FDA bisa mengikutsertakan hasil penelitian lain untuk mengambil langkah. Tapi proyek yang dibiayai FDA secara khusus menyoroti beberapa topik yang sentral bagi peraturan yang akan dibuat. Perusahaan colsulting Wells Fargo Securities memperkirakan, industri rokok elektronik akan mendatangkan keuntungan 2 milyar Dolar AS tahun ini. Mereka juga mengatakan, FDA harus menunggu hingga penelitian membuahkan hasil jelas sebelum membuat peraturan apapun, karena produsen bisa terancam bangkrut hanya karena kekhawatiran yang tidak terbukti.

Sejauh ini tidak ada data tentang kandung asap yang dihasilkan dari hisapan rokok elektronik. Juga apakah penambahan aroma pada rokok elektronik akan membuat anak-anak tertarik untuk menggunakannya. Selain itu, apakah tampilan rokok elektronik di toko-toko online menyebabkan remaja tertarik membeli. Dan juga, apakah penggunaan rokok ini akan mengurangi jumlah perokok sejara keseluruhan, atau malah menyebabkan jutaan orang lainnya kecanduan nikotin.

Menikmati nikotin

Pertanyaan penting lain yang berusaha dijawab peneliti adalah apakah rokok elektronik juga akan digunakan kaum remaja muda, termasuk anak-anak. Juga apakah para mantan perokok, atau para perokok yang berusaha berhenti merokok akan menggunakannya.

Untuk menjawab pertanyaan, siapa yang akan menggunakan rokok elektronik, peneliti dari Georgia State University School of Public Health akan mengadakan survei atas 6.000 orang. Mereka harus menjawab pertanyaan, apakah menurut mereka menikmati rokok elektronik kurang berbahaya dibanding rokok tradisional, dan mengapa perokok yang beralih ke rokok elektronik mengambil keputusan itu, dan apa yang mempengaruhi persepsi orang tentang risiko rokok elektronik.

ml/ap (rtr)