1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rusia Desak Gencatan Senjata Humaniter di Yaman

6 April 2015

Rusia dan Palang Merah Internasional desak Arab Saudi untuk lakukan gencatan senjata humaniter di Yaman. Tujuannya agar warga Yaman yang cedera bisa diobati dan warga asing bisa dievakuasi.

https://p.dw.com/p/1F34m
Jemen Humanitäre Lage
Foto: picture alliance/abaca

Koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi menyebutkan akan mengizinkan Palang Merah Internasional (ICRC) memberikan bantuan humaniter di Yaman. Untuk itu ICRC Senin (6/4) menyiapkan dua pesawat bantuan obat-obatan dan logistik yang akan mendarat di ibukota Sanaa.

Sebelumnya Rusia dan ICRC mendesak Arab Saudi untuk melakukan jeda humaniter selama 24 jam terkait serangan pemboman terhadap kubu pemberontak Syiah Huthi di Yaman. Mula-mula Arab Saudi menolak tuntutan tersebut. Komandan pasukan koalisi birgadir jenderal Ahmed Assiri mengajukan argumen: "Mula-mula persyaratan bagi suplai bantuan harus ditegaskan. Jangan sampai bantuan obat-obatan dan logistik itu nyasar dan justru jatuh ke tangan milisi Syiah".

Jemen Verletzte Klinik Hospital Sanaa Gewalt
Palang Merah siap rawat korban cedera di YamanFoto: picture-alliance/dpa

Palang Merah Internasional menegaskan, tujuan jeda serangan udara selama 24 jam itu adalah untuk memberikan waktu kepada Palang Merah mengobati warga Yaman yang cedera sekaligus memberi kesempatan untuk evakuasi warga asing yang terjebak perang sektarian di Yaman itu. Akibat perang sektarian dan serangan udara PBB melaporkan sedikitnya 500 warga tewas dan lebih 1700 cedera.

Pemberontak Huthi Siap Berunding

Rusia hari Sabtu (4/4) telah mengajukan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan sementara serangan udara koalisi Arab terhadap pemberontak Syiah Huthi di Yaman. Ketua Dewan Keamanan PBB, Dina Kawar dari Yordania seusai sidang darurat tetutup mengatakan."Perlu waktu untuk membahas rancangan resolusi Rusia itu".

Sementara itu anggota politbiro Syiah Huthi, Mohammed al Bukhaiti menanggapi desakan jeda humaniter dalam perang sektarian itu menyatakan, siap menghentikan gempuran dan berdialog, dengan syarat Arab Saudi menghentikan terlebih dahulu serangan udaranya. Walau terus digempur dari udara, pemberontak Syiah Huthi berhasil merebut kota Aden yang diproklamasikan sebagai ibukota sementara oleh presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang melarikan diri dari ibukota Sanaa.

Evakuasi berlanjut

Evakuasi warga asing dari Yaman sementara ini terus dilanjutkan dalam situasi masih diwarnai serangan udara dan kontak senjata. India hari Minggu (5/4) melakukan evakuasi hampir 500 warganya menggunakan tiga pesawat Air India dari ibukota Sanaa dan sekitar 200 lainnya menggunakan kapal laut dari pelabuhan Al Shihr. Sebelumnya (4/4) kapal perang India mengevakuasi 400 warganya lewai pelabuhan Aden.

Komandan pasukan koalisi Arab, brigjen Assiri juga melaporkan, hari Minggu (5/4) 160 warga Aljazair dievakuasi mengunakan pesawat terbang. Selain itu dilaporkan ratusan warga Rusia, Indonesia, Pakistan, Tunisia, Mauritania, Libya, Marokko dan Palestina sudah dievaksia dan kembali ke negaranya atau ke lokasi aman. Cina juga melanjurtkan evakuasi ratusan warganya yang terjebak dalam perang sektarian di Yaman itu.

as/ml (dpa,afp,rtr)