1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Rusia Sambut Baik Pembatalan Sistem Rudal di Eropa Timur

18 September 2009

Amerika Serikat membatalkan rencana pembangunan sistem penangkis rudal di Eropa Timur. Presiden AS Barack Obama hari Kamis (17/9) menyatakan, ancaman Iran tidak sebesar yang diduga sebelumnya. Ini disambut baik di Rusia.

https://p.dw.com/p/JjTU
Presiden AS Barack Obama berbicara tentang sistem penangkis rudal (17/09) di Gedung PutihFoto: AP

Dengan perasaan lega dan puas Moskow menyambut pembatalan rencana pemasangan sistem penangkis rudal Amerika Serikat di Eropa Timur. Sikap keras Kremlin dalam isu ini telah membawa hasil. Juru bicara Dewan Federasi, Mikhail Margelov mengatakan, pembatalan rencana itu merupakan reaksi logis terhadap sikap Rusia. Konstantin Kossatshov, anggota legislatif urusan politik luar negeri di parlemen Rusia Duma, menganggap langkah itu sebagai perbaikan kebijakan politik luar negeri AS: „Pemerintahan Bush belum pernah benar-benar mengerti kami. Jika saya tidak salah menilai keputusan itu, pemerintahan Obama kini mulai mengerti kami. Memang ini bukan merupakan final, bukan keselarasan terakhir dan masih belum ada kesamaan absolut. Tetapi ini jelas sebuah dialog, pengakuan posisi Rusia. Dengan demikian argumentasi kami tidak kurang artinya dan keseriusannya ketimbang kepentingan keamanan nasional AS."

Berkaitan dengan perundingan pengurangan senjata strategis antara Moskow dan Washington yang masih berlangsung, seorang petinggi militer Rusia mengatakan, kedua pihak kini mendapat ruang gerak yang lebih besar. Sebuah kesepakatan baru untuk melanjutkan perjanjian "Start 1" akan dirampungkan selambatnya awal Desember. Obama dan Presiden Rusia, Dmitri Medvedev telah sepakat untuk mengurangi jumlah hulu ledak nuklir. Tetapi Moskow dalam kaitan ini selalu bersikeras bahwa Washington harus membatalkan rencana sistem penangkis rudalnya di Eropa Timur.

Barack Obama mit Russlands Präsident Dmitri Medwedew in Moskau
Barack Obama dan Presiden Dmitri Medvedev (kanan) di Moskow (Juli 2009)Foto: AP

Shirinovskij: Obama penuhi janji

Shirinovskij, tokoh populis kanan Rusia tidak begitu terkejut melihat langkah Obama. Dengan mengacu pada pembicaraan telepon malam hari antara Obama dan Perdana Menteri Ceko, Jan Fischer, di mana Obama menyampaikan keputusan itu, Shirinovskij mengemukakan: „Sudah tentu ini positif. Tetapi bukankah Obama dipilih karena itu? Warga Amerika sudah bosan dengan politik luar negeri Partai Republik. Sudah tentu dokumen-dokumen kini akan menyusul. Hingga kini hanya ada pembicaran telepon pada malam hari. Tetapi ini juga bagus!"

Russland Weißes Haus in Moskau Duma
Duma di MoskowFoto: picture-alliance/ dpa

AS diduga akan mendapat dukungan Rusia dalam isu Iran

Rencana penempatan sistem radar di Ceko dan penangkis rudal di Polandia selalu dilihat Rusia sebagai ancaman bagi keamanan negaranya. Juga ada perbedaan mencolok dalam penilaian potensi ancaman melalui Iran yang sebenarnya merupakan alasan pembangunan sistem itu.

Para pengamat berpendapat, Obama akan lebih banyak mendapat dukungan dari Medvedev dalam perundingan rumit dengan Teheran sebagai imbalan untuk melepaskan rencana pembangunan sistem rudalnya. Pihak barat berulang-ulang mendesak Iran menghentikan program atomnya. Dan sanksi-sanki yang hendak diterapkan hingga kini ditolak Rusia. Apakah langkah terbaru Obama akan mengubah sikap Rusia, masih harus ditunggu.

Stephan Laack/Christa Saloh

Editor: Hendra Pasuhuk