1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

281011 Sarkozy Eurokrise

28 Oktober 2011

Tidak lama setelah Uni Eropa menyepalati langkah-langkah penyelamatan mata uang Euro, Presiden Perancis Nocolas Sarkozy muncul dalam sebuah interview televisi., berbicara seputar krisis Euro.

https://p.dw.com/p/130eA
Nicolas Sarkozi saat berpeidato pada KTT Uni Eropa di Brussel, BelgiaFoto: picture alliance/ZUMA Press

"Kita terlalu banyak menghabiskan uang. Kita harus bekerja lebih banyak," dikatakan Nicolas Sarkozy.

Berita terpenting bagi warga Perancis adalah, mereka harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Dalam sebuah interview televisi, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, mengatakan kondisi perekonomian sesungguhnya, "Yang sebenarnya adalah, kita harus menyesuaikan perkiraan pertumbuhan seperti Jerman, menjadi satu persen pada tahun depan. Ini juga artinya, kita harus menyesuaikan anggaran: kita harus mengumpulkan enam sampai delapan milyar Euro."

Sejak beberapa hari muncul spekulasi, apakah pemerintah Perancis akan menaikkan pajak pertambahan nilai atau tidak. Menanggapinya, Sarkozy mengatakan, "Yang pasti tidak ada kenaikan PPN secara umum. Alasannya sederhana: ini akan mengurangi daya beli warga Perancis, konsumsi akan jatuh, dan ini tidak adil."

Interview televisi ini dijadikan kesempatan oleh Nicolas Sarkozy untuk menjelaskan kepada warga Perancis mengenai situasi umum dan khususnya mengenai keputusan seputar masalah mata uang Euro yang diambil hari Kamis (27/10). Oleh karenanya, Presiden Perancis Sarkozy juga berbicara panjang lebar mengenai dana penyelamatan, kemungkinan ketergantungan pada Cina, yang menurutnya tidak akan terjadi, serta tugas dari negara-negara Eropa untuk menyelamatkan Yunani, agar Eropa juga terselamatkan.

Pemunculan Sarkozy di televisi ini terlihat seperti langkah awal kampanya presiden. Pernyataan-pernyataan yang telah ia sampaikan sebelumnya, kembali ia katakan, seperti, "Apakah Anda tahu, kenapa Jerman membayar bunga sebesar 2,3 persen, sementara Perancis tiga persen? Karena pada tahun 1983 dikemukakan bahwa usia pensiun dapat diturunkan dari 65 menjadi 60 tahun. Jerman melakukan kebalikannya. Dan pada tahun 2001, jam kerja di Perancis menjadi 35 jam per minggu, yang telah merusak daya saing negara ini. Sementara Jerman melakukan sebaliknya."

Interview televisi ini telah diatur dengan seksama sebelumnya: waktu wawancara, jumlah wartawan yang hadir, pertanyaan yang akan dilontarkan. Partai milik Sarkozy, UMP, memahami pesan yang disampaikan presiden perancis. Dari lima siaran pers partai UMP, tiga diantaranya dikirim dengan judul, “Pidato Presiden”

Sementara kritik tajam atas penampilan Sarkozy di televisi datang dari politisi ultra kanan Marine Le Pen, "Tentu saja saya lebih suka, jika ia merupakan kandidat resmi. Karena kampanye baru dimulai Februari depan berarti, bahwa ia sampai waktu tersebut berkampanye masih sebagai presiden. Ini tidak terlalu loyal."

Sarkozy tidak menanggapi kritik seperti ini. Dan ia di sana bukanlah untuk mengomentari hasil jajak pendapat yang buruk mengenai popularitasnya, tapi ia di sana untuk membuat keputusan.

Johannes Duchrow/Yuniman Farid Editor: Hendra Pasuhuk