1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Suriah Tetap Jadi Fokus Utama KTT Liga Arab

29 Maret 2012

Menurut pejabat Liga, para pemimpin negara-negara Arab tidak akan menuntut Presiden Suriah untuk mundur dalam KTT Liga yang digelar di Bagdad, Kamis (29/3).

https://p.dw.com/p/14UDZ
Foto: picture-alliance/J.W.Alker

100.000 petugas keamanan tersebar di ibukota Irak, Bagdad. Mereka mengambil langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya serangan dengan menutup kebanyakan jalan-jalan utama dan jaringan telepon genggam. Bandar udara dan ruang udara sekitar Bagdad juga ditutup bagi penerbangan komersil.

Enam pemimpin negara Arab dan sekjen PBB Ban Ki-moon tiba di Bagdad, Kamis (29/3) pagi waktu setempat untuk menghadiri KTT Liga Arab. Para pejabat Liga berusaha untuk mengalihkan fokus ke berbagai masalah yang berbeda, mulai dari konflik Arab-Israel hingga bidang ekonomi. Namun, topik utama tetaplah konflik di Suriah dan menurut para pejabat Liga, pimpinan negara-negara Arab tidak akan menuntut Bashar al Assad untuk mundur. 

Liga Arab tidak sepakat

Para pemimpin negara Liga Arab terbelah tentang seberapa besar intervensi mereka dalam usaha menghentikan pertumpahan darah di Suriah. Ini menggambarkan konflik yang tengah terjadi di kawasan tersebut, khususnya menyangkut persaingan antara negara-negara Arab dengan Iran. Negara bermayoritas penduduk Sunni wilayah Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar berusaha untuk memecah aliansi Suriah dengan Iran. Tetapi negara Arab lainnya masih enggan untuk mengakuinya secara terbuka. Tuan rumah KTT kali ini, Irak, berada dalam posisi terjepit, karena pemerintah Irak yang dipimpin kelompok Syiah memiliki hubungan erat dengan Iran.

Rabu (28/3), para menteri luar negeri membahas tema yang akan dibicarakan para pemimpin negara dalam KTT Liga arab. Rancangan resolusi yang mereka ajukan menyatakan penolakan atas intervensi asing di Suriah dan mendukung "aspirasi legitim untuk kebebasan dan demokrasi" rakyat Suriah. Mereka menuntut Assad untuk segera melakukan gencatan sejata dan mengijinkan bantuan kemanusiaan memasuki Suriah. Menteri luar negeri Irak Hoshyar Zebari mengakui bahwa KTT tidak akan menghasilkan hal baru tentang Suriah, tetapi akan membantu kelanjutan usaha diplomatik internasional untuk menyelesaikan krisis tersebut. Rezim Assad telah menegaskan akan menolak semua keputusan dari KTT Liga Arab, setelah keanggotaan Suriah dari Liga dibekukan tahun lalu.

Frustasi akan kurangnya aksi tegas

Irak untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah KTT Liga Arab. Negara ini ingin menunjukkan kebangkitannya setelah bertahun-tahun mengalami pergolakan dan berada di bawah pendudukan Amerika Serikat. Tetapi masalah Suriah mempersulit usaha mereka untuk mendapat pengakuan negara-negara Arab lain yang penuh kecurigaan akan hubungan erat Irak dengan Iran. Kebanyakan pemimpin negara Teluk tidak hadir secara langsung dalam KTT kali ini, melainkan mengirimkan wakil dengan pangkat jabatan lebih rendah. Para pejabat Liga Arab mengatakan, perwakilan yang hadir dalam KTT menunjukkan sikap frustasi mereka akan kurangnya aksi yang lebih keras terhadap Suriah.    

Vidi Legowo-Zipperer (ap, afp)