1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Tidur Sekejap Bisa Dongkrak Prestasi Kerja

9 Februari 2016

Stres picu kurang tidur yang sebabkan prestasi merosot. Tidur singkat di siang hari atau hanya mengambil waktu tenang tanpa gangguan orang, mampu mengembalikan vitalitas dan dongkrak prestasi kerja.

https://p.dw.com/p/1HryA
Symbolbild - Mittagsschlaf
Foto: picture-alliance/CTK Photo/R. Fluger

Tidur Sekejap Bisa Dongkrak Prestasi Kerja

Para ilmuwan peneliti tidur mencemaskan, di negara-negara industri maju, warganya tidur lebih pendek dan kualitasnya buruk. Seratus tahun lalu, nenek moyang mereka tidur dua jam lebih lama dalam semalam. Kurang tidur memicu stres, yang berdampak buruk pada prestasi kerja.

Stres, tuntutan untuk bisa dihubungi setiap saat dan tekanan untuk sukses kini mulai menunjukkan dampaknya. Sepertiga populasi di negara barat, kualitas tidurnya buruk.

Para penari "the State Ballet" company mengetahui masalah yang mereka hadapi. Terutama menjelang pentas, tekanan meningkat. Fase mimpi untuk pemulihan tubuh menghilang. Tidur singkat siang hari, bisa menolong.

Prof. Ingo Fietze ilmuwan peneliti tidur di Rumah Sakit Charite Berlin mengatakan; "Saat tidur siang pendek, kita memasuki fase tidur setengah lelap. Dan fase ini selama 10 hingga 20 menit sudah cukup. Jika kita bangun kembali, bagusnya dari posisi tidur tidak nyaman, kita langsung segar. Dan kita akan menyadari, dua atau tiga jam ke depan kembali berstamina tinggi.

Para pebalet dari Berlin bisa memulihkan kebugaran di ruang khusus. Terbukti bahwa tidur singkat di siang hari, memberikan keseimbangan bagi defisit tidur. Diantara waktu latihan akhir hingga tampil di panggung, para penari balet bisa santai di ruang yang tenang. Otot dan otak dinonaktifkan dan tubi bisa melakukan regenerasi.

Dr. Christiane Theobald, wakil pimpinan State Ballet Company di Berlin mengakui keampuhan tidur singkat ini. "Para penari menggunakan ruang santai secara intensif. Mereka merasakan langsung korelasi antara cukup tidur dengan stamina fisik. Jika mereka terus menerus kurang tidur, kondisi fisiknya turun drastis. Profesi penari adalah seniman digabung olahraga prestasi, jadi tak bisa diremehkan, bahwa tudur memainkan peran penting.

Tidur cukup adalah obat manjur bagi kehidupan, kunci untuk tetap berpenampilan prima setiap hari, serta memicu regenerasi untuk berprestasi makin tinggi.