1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Trump Unggul, Asia Syok

9 November 2016

Hasil sementara pemilu mengejutkan banyak pihak, dengan Donald Trump yang unggul di berbagai negara bagian penting. Bagaimana dampaknya bagi hubungan AS-Indonesia?

https://p.dw.com/p/2SOAt
USA Präsidentschaftswahl Donald Trump
Foto: Reuters/J. Ernst

Hasil perhitungan sementara pemilu AS masih terus berjalan. Tidak hanya di Amerika Serikat, fokus dunia tertuju pada panggung politik negara adidaya tersebut. Meleset dari berbagai perkiraan jajak pendapat hasil pemilu, calon dari Partai Republik Donald Trump unggul dari Hillary Clinton.

Efek pertamanya langsung terlihat pada jatuhnya indeks saham di pasar bursa Asia. Bursa Tokyo misalnya, jatuh 5,5 persen. Trump sejak awal menyuarakan kebijakan perdagangannya yang anti perdagangan bebas untuk melindungi industri dalam negeri Amerika Serikat.

Pakar ilmu politik Clarita Carlos dari Filipina memperingatkan, "Dunia menjadi global, dan jika AS yang merupakan salah satu motor penggerak ekonomi dunia membatasi diri, akibatnya akan buruk bagi dunia ekonomi."

Kepada kantor berita AFP, Dianita Sugiyo, 34, seorang dosen di Indonesia mengatakan, "Sebagai muslim, saya khawatir. AS adalah negara multibudaya ada banyak muslim disana. Ini sangat mengerikan."

Kepada Tempo, wakil presiden Jusuf Kalla, Selasa (8/11), mengatakan: "Indonesia dan dunia tentu berharap perdamaian, ingin sesuatu yang damai, dan perekonomian tetap berjalan. Kalau Trump, wah kelihatannya susah itu, dunia nanti juga jadi susah."

Namun, Kalla menambahkan, siapa pun yang menang, dampak hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika akan biasa saja.

Konsulat AS di Surabaya juga tetap optimis akan hubungan AS-Indonesia. 

vlz/yf (afp)