1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Manatap Matahari Demi Kurangi Berat Badan

8 September 2015

Ada tren diet baru dari Hong Kong. Sinar matahari sebagai pengganti makan malam, dipercaya bisa mengenyangkan dan membuat Anda tidur lebih lelap. Bagaimana caranya?

https://p.dw.com/p/1GSq4
Foto: Fotolia/detailblick

Harian Oriental Daily mengulas tren 'kesehatan' baru di Hong Kong. Perempuan berusia antara 20 dan 30 tahun diberitakan mengunjungi pantai Sam Ka Village di Lei Yue Mun setiap malam, menyetel timer atau pengatur waktu di ponselnya, dan berdiri menatap matahari. Beberapa perempuan tampak menggunakan payung atau tisyu untuk melindungi kulitnya.

Mereka percaya matahari bisa menggantikan kebutuhan akan makanan, memperbaiki penglihatan, dan meningkatkan kualitas tidur. Konsep 'menatap matahari' atau 'menyantap matahari' adalah revolusi dari teori mengkonsumsi energi matahari sebagai pengganti makanan dan dengan demikian bisa mengurangi kebutuhan tubuh.

Salah seorang perempuan tersebut mengatakan, "Beberapa di antara kami yang telah menyelesaikan terapi matahari, kini makan lebih sedikit. Yang lain bahkan tidak harus makan sama sekali setelahnya."

Terapi yang dimaksudkan adalah, menatap matahari selama 10 detik pada hari pertama, an menambah 10 detik setiap harinya hingga mencapai 44 menit pada bulan kesembilan.

Pakar dermatologi khawatir, mengingat Hong Kong termasuk kawasan subtropis, tingkat ultraviolet yang tinggi dan refleksi air bisa menyebabkan penyerapan sinar ultraviolet berlebihan.

"Jika mengenakan krim pelindung pun, hanya lima hingga enam persen kerusakan pada kulit yang bisa dihinari. Payung atau topi, hanya melindungi 10-20 persen. Jika lama terekspos matahari, selain kulit terbakar, ada resiko terkena kanker kulit," jelas dokter kulit Hou Xiang Jun.

vlz/yf (youtube, twitter, oriental daily, mail, viral4real)