1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Robot Pengganti Tukang Pos

6 November 2015

Sementara Google dan Amazon berencana untuk mengerahkan pesawat nirawak sebagai pengantar paket, muncul alternatif darat. Robot otonom dikembangkan untuk menggantikan fungsi pengantar paket. Seperti apa wujudnya?

https://p.dw.com/p/1H15x
Foto: picture-alliance/dpa

Robot Starship. Begitu nama robot otonom yang dikembangkan oleh dua pendiri Skype, Ahti Heinla dan Janus Friis, yang kini bekerja di Starship Technologies. "Visi kami meliputi tiga nol - nol biaya, nol waktu tunggu dan nol dampak lingkungan", ujar Heinla, CEO Starship Technologies.

Robot mampu mengangkut barang hingga 10 kilogram, dan menempuh perjalanan dalam jarak yang membutuhkan waktu selama 5 hingga 30 menit. Menurut Starship Technologies, biaya operasional robot ini 10 hingga 15 kali lebih murah dibanding biaya pengiriman yang ada sekarang.

Pelanggan bisa memilih hari dan jam datangnya paket ke rumah. Saat proses pengantaran, pelanggan bisa mengikuti rute yang diambil robot melalui app smartphone. Begitu sampai ke rumah pelanggan, hanya pemilik app lah yang bisa membuka tempat penyimpanan paket.

. Navigasi terintegrasi dan software penghindar rintangan memungkinkan robot untuk berjalan secara otonom. Tapi robot juga diawasi oleh operator manusia yang bisa mengambil alih kendali setiap saat. Operator bisa melihat apa yang dilihat oleh mata robot dan bahkan berbicara dengan orang di jalanan jika diperlukan

Starship Technologies saat ini menguji prototipe dan berencana untuk meluncurkan layanan perdananya lewat kerjasama dengan mitra di Amerika Serikat, Inggris, dan negara lain pada tahun 2016.

vlz/yf (youtube, mail, telegraph)