1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Warga Muslim Perancis Hadir dalam Ibadah Gereja.

1 Agustus 2016

Warga Muslim Perancis hadir dalam ibadah di berbagai gereja Katolik, Minggu kemarin, sebagai tanda solidaritas dan duka setelah dibunuhnya seorang pastur oleh jihadis ISIS pekan lalu.

https://p.dw.com/p/1JZUM
Frankreich Muslimischer Anbeter vor der Saint-Etienne-du-Rouvray
Foto: picture-alliance/dpa/C. Petit Tesson

Lebih dari 100 warga Muslim termasuk dalam sekitar 2.000 orang yang hadir dalam ibadah di Kategral Rouen, di dekat kota Normandia, di mana dua jihadis ISIS membunuh pastur Jacques Hamel yang berusia 85 tahun. "Atas nama seluruh warga Kristen saya mengucapkan terima kasih," demikian dikatakan Uskup Agung Rouen, Dominique Lebrun. "Dengan cara ini Anda menyatakan bahwa Anda menolak pembunuhand an kekerasan atas nama Tuhan." Demikian ditambahkannya.

Beberapa polisi dan tentara berjaga-jaga di luar gereja, tetapi tidak melakukan pemeriksaan apapun agar tidak menambah keresahan yang sudah mewarnai beberapa pekan terakhir di Perancis. Di Nice, di mana seorang jihadis melakukan pembunuhan dengan menabrakkan truk ke kerumunan orang 14 Juli lalu, imam Otaman Aissaoui memimpin delegasi warga Muslim untuk hadir dalam misa di gereja Katolik. "Persatuan kita adalah reaksi bersama untuk menghadapi kengerian dan tindakan barbar." Demikian Aissaoui.

Italien Teilnehmer der Muslimischen Gemeinde in der Santa Maria Caravaggio- Kirche
Foto: picture-alliance/dpa/F. Lo Scalzo

Perdana Menteri Perancis Manuel Valls menyerukan adanya "saling pengertian" baru dengan 5 juta warga Muslim di Perancis, yang merupakan populasi Muslim terbesar di Eropa. "Islam sudah menemukan tempatnya di Perancis. Bertentangan dengan ujaran diskriminatif yang berulang kali diberikan kelompok haluan kanan atau ekstrem kanan," demikian Manuel Valls. Ia juga menyerukan agar penolakan terhadap Islam dilawan dengan sekuat mungkin.

Paus: Islam tidak sama dengan terorisme

Sementara itu Paus Fransiskus mengatakan, Islam tidak bisa disamakan dengan terorisme. Itu dinyatakannya sebagai penjelasan mengapa ia tidak mau menyebut nama Islam ketika mengutuk pembunuhan brutal yang terjadi terhadap Jacques Hamel.

Ia mengemukakan bahwa pembunuhan dan kekerasan juga dilakukan orang beragama lain. Ia mengungkap, sering membacanya di surat kabar Italia. Antara lain pembunuhan yang dilakukan pria terhadap pacarnya, atau terhadap ibu mertua dan sebagainya. "Dan mereka semua beragama Katolik!" Demikian Sri Paus

Di gereja Katolik Saint Leger di kota Lens, Perancis sektiar 30 warga Muslim menghadiri misa dengan mengenakan T-shirt bertulisan, "terorisme tidak punya agama atau identitas. Pastur Hubert Renard mengatakan kepada semua warga yang hadir, "Kita tidak sendirian. Saudara-saudara muslim kita juga hadir di sini." Banyak orang tersentuh dan menitikkan air mata ketika saling mengucapkan salam damai, yang jadi bagian liturgi di banyak gereja Kristen.

ml/hp (afp, ap)