1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Kapolri: Korban Serangan Pemberontak Papua 20 Orang

7 Desember 2018

Kapolri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto menyatakan 20 orang ditewaskan pemberontak di Papua. Mereka adalah 19 pekerja dan seorang anggota TNI.

https://p.dw.com/p/39dLN
Indonesien Bauarbeiter durch Rebellen ermordet
Foto: Getty Images/AFP/Anyong

Sedikitnya 20 orang dibunuh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Nduga, Papua. Kelompok tersebut berafiliasi dengan Gerakan Papua Merdeka (OPM). Demikian dinyatakan Kapolri Tito Karnavian dan Menkopolhukam Wiranto. 

Mereka yang tewas termasuk 19 pekerja perusahaan konstruksi PT Istaka Karya, yang ditempatkan di sana untuk membangung jalan trans Papua sepanjang 275 kilometer, yang menghubungkan Wamena dan Mamugu. Seorang tentara anggota TNI juga ditewaskan orang-orang bersenjata. Sebelumnya polisi menduga 31 pekerja telah dibunuh. Namun pimpinan PT Istaka Karya, Sigit Inarto menyatakan di lokasi hanya ada 28 pekerja.

Hingga kini, media tidak bisa meliput bebas di Papua, sehingga berbagai informasi kebanyakan bersumber dari aparat keamanan. Sedangkan aparat keamanan di Papua sudah sering dikaitkan dengan pelanggaran HAM berat, penembakan pengunjuk rasa dan aksi-aksi pembunuhan tanpa adanya penyelidikan tuntas. 

Lolos karena pura-pura mati

Seorang pekerja PT Istaka Karya yang berhasil lolos, Jimmi Aritonang, memberikan kesaksian kepada Kodam XVII/Cendrawasih bahwa sekelompok orang bersenjata mendatangi Kamp PT Istaka Karya sekitar pukul 15 WIT hari Sabtu (01/12/2018), dan memaksa 25 pekerja keluar. 

Mereka kemudian digiring ke sungai Karunggame. Sehari setelahnya, mereka kembali dipaksa berjalan, kali ini ke bukit Puncak Kabo. Dalam perjalanan para pria bersenjata menembaki para pekerja, dan menewaskan 14. Sementara 11 lainnya pura-pura mati.

11 Pekerja itu kemudian berusaha lari. Lima orang dibunuh pemerontak dan enam berhasil lolos ke Mbua. Empat orang, termasuk Jimmi Aritonang, akhirnya bertemu aparat TNI, sementara dua lainnya hilang. Senin pagi, pos TNI di mana Jimmi dan rekan-rekannya berlindung, diserang kelompok bersenjata otomatis, tombak dan panah. Dalam serangan itu seorang tentara TNI tewas. Demikian kesaksian Jimmy Aritonang yang dia sampaikan kepada militer.

Sejauh ini satuan polisi dan militer sudah menemukan 15 jenasah, dan pencarian atas korban lainnya akan dilanjutkan. Demikian dikatakan kepala kepolisian Papua, Irjen. Pol. Martuani Sormin Siregar.

ml/hp (thejakartapost, kompas.com, afp)